Foto: Kantor PMI Sumenep Jalan Dr Cipto
Foto: Kantor PMI Sumenep Jalan Dr Cipto
MEMOonline.co.id, Sumenep - Hampir 10 bulan sejak pandemi Covid - 19, persediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep menipis.
Pasalnya, permintaan terus bertambah, sedangkan akibat kondisi pandemi Covid-19 jumlah pendonor menurun.
"Lebih banyak permintaan, kadang-kadang mobil unit itu 2 sampai 3 hari stok darahnya tidak ada lagi," ucap Dokter PMI Sumenep Anita Wati. Selasa (15/12/20).
Menurutnya, jika ada permintaan yang mendesak, pihaknya mengupayakan ada donor pengganti seperti keluarganya mencari sesuai dengan golongan darah pasien. Jika tidak ada, pihaknya juga menghubungi relawan yang memang sering mendonor.
"Selain itu pendonor biasanya dari instansi seperti, TNI, Polri, Dinas - dinas, dari pihak Sekolah dan juga dari kelompok Mahasiswa, karena kondisi seperti ini pendonor cenderung semakin berkurang. urainya.
Ia mengungkapkan, stok darah yang masih tersisa saat ini berjumlah 6. Diantaranya, golongan A 2 kantong, B 2 kantong dan golongan O 2 kantong.
Kata dia stok darah tersebut relatif berubah karena jumlah permintaan dan pendonor tidak menentu.
"Kami harap masyarakat agar mendonorkan darahnya. Karena dengan rutin mendonor kesehatan kita akan terjaga," pungkasnya. (Zai/red)