Foto : Wakil Bupati Bangkalan, Mohni
Foto : Wakil Bupati Bangkalan, Mohni
MEMOonline.co.id, BANGKALAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda 1 Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan memprediksikan badai La Nina akan menerjang wilayah Jawa Timur. Hal ini akan memberikan dampak pada produktifitas tanaman padi.
Meski para petani mulai menanam padi pada musim penghujan, namu curah hujan berlebih juga akan merusak padi. Apalagi, jika sawah dipenuhi air hingga terjadi banjir.
Wakil Bupati Bangkalan, Mohni mengatakan, badai La Nina diperkirakan menerjang kawasan Jatim mulai akhir oktober hingga akhir januari. Daratan Bangkalan yang mayoritas persawahan tentu akan terganggu dengan adanya badai tersebut.
"Kita sudah petakan daerah-daerah potensi bencana, dan kami melalui dinas pertanian juga telah memberikan antisipasi untuk meminimalisir dampak dari badai tersebut," jelasnya, Jumat (23/10/2020).
Dikatakan, terdapat dua kawasan dengan potensi banjir yaitu Arosbaya dan Blega. Meski begitu, ia berharap badai La Nina tak memberikan dampak yang besar pada masyarakat Bangkalan.
Sementara itu, Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Moris mengatakan dalam tiga hari kedepan Bangkalan masih diprediksi curah hujan ringan. Pihaknya secara berkala akan mendapatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG pertiga hari.
"Kami selalu informasikan perkiraan cuaca hasil analisa BMKG, untuk tiga hari kedepan masih ringan. Namun kami sudah menyiapkan petugas yang siap terjun ke lapangan saat terjadi bencana terutama akibat badai La Nina," ungkapnya.(julian/red)