Foto: Khamim Tohari (tengah) didampingi dua kuasa hukumnya saat diwawancarai awak media.
Foto: Khamim Tohari (tengah) didampingi dua kuasa hukumnya saat diwawancarai awak media.
MEMOonline.co.id, Kota Batu - Terkait postingan status di media sosial facebook atas nama Khamim Tohari yang bertuliskan "Ya ALLAH LINDUNGILAH MEREKA dr mahasiswa2 bermoral bobrok dan bermental premanisme..yg di duga selalu pakai narkoba", pada Kamis (8/10/2020) kemarin.
Postingan tersebut sempat viral di group WA maupun group facebook. Sehingga membuat geram mahasiswa.
Menyikapi hal tersebut, Khamim Tohari menjelaskan bahwasanya dirinya ketika mendapatkan postingan masalah unjuk rasa di depan Kantor DPRD Malang itu.
Dirinya merasa empati saat melihat ada mahasiswa yang sengaja melempari aparat keamanan yang menjaga. "Saya waktu kemarin kan dapat postingan masalah unjuk rasa.
Di foto itu ada mahasiswa yang sengaja melempari aparat keamanan yang menjaga. Jujur saya merasa simpatik dan kasihan.
Akhirnya saya tanpa sengaja dan spontan saya mendoakan mereka mudah - mudahan mereka dikasih perlindungan atas dari perlakuan anak - anak ini. Saya tidak ada maksud lain," terang Khamim, Jum'at (9/10/2020) saat ditemuai awak media di Polres Batu.
Kendati demikian, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa yang merasa tersinggung atas postingannya.
"Intinya saya memohon maaf yang sebesar besarnya kepada mahasiswa. Itu kesalahan saya memposting. Mudah - mudahan ini juga menjadi suatu pelajaran buat saya," ucapnya dengan penuh penyesalan.
Senada disampaikan Suwito, SH selaku kuasa hukum dari Badan Bantuan Hukum Advokat Rakyat (BBHAR) PDI-P, mengucapkan permohonan maaf kepada mahasiswa se-Indonesia atas khilaf yang dilakukan oleh kliennya.
"Ya, sekalian klarifikasi kepada mahasiswa se Indonesia, kalau memang kemarin klien kami khilaf menulis sesuatu dan dipolitisir sedemikian rupa kita mohon maaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," terang dia.
Di kesempatan yang sama, Suliono, SH yang juga kuasa hukum dari Badan Bantuan Hukum Advokat Rakyat (BBHAR) PDI-P menambahkan, bahwa menurut keterangan dari prinsipalnya tadi memang sempat memposting selama dua menit.
Setelah itu dia sadar dan menarik postingan tersebut. "Akan tetapi terlanjur sudah dilihat, dari statemennya tadi ada yang patut diduga diubah oleh empat orang tadi gak tau siapa? Kita akan melakukan upaya hukum untuk penelusuran lebih lanjut.
Pada intinya kita manusia merasa sangat dirugikan karena manusia itu tak luput dari kesalahan. Makanya saya sebagai tim dari PDI-P Kota Batu juga sangat meminta maaf kepada rekan - rekan mahasiswa, ini suatu pelajaran bagi kami, ke depannya akan lebih baik lagi," tandas dia. (Risma/red)