Tim Satgas Covid -19 Kecamatan Pangarengan Sampang Dalam Melaksanakan Tugas Tidak Sesuai SOP

Foto : Petugas Puskesman Pangarengan sedang melakukan penyemprotan tanpa dilengkapi APD
4243
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Satuan Tugas (Satgas)  Covid -19 Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tidak melakukan aturan protokol Covid -19 atau Standart Operasional Penanganan (SOP).

Pasalnya,  semestinya petugas itu saat melakukan aktivitas, apalagi dalam penanganan protokol Covid -19 harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). 

Tidak seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Kecamatan Pangarengan, dimana salah satu petugas Puskesmas Pangarengan sedang melakukan penyemprotan kepada petugas yang menjemput pasien positif Covid -19 tanpa memakai alat pelindung diri (APD). 

Petugas puskesmas Pangarengan yang sedang menyemprot itu hanya memakai sarung dan kopyah (tanpa APD). 

H. Djuwardi, juru bicara Gugus tugas Covid -19 saat dikonfirmasi mengatakan, kalau ada petugas medis saat melakukan tugas tanpa mengikuti protokol Covid -19, itu sudah melanggar aturan yang ada. 

"Setiap petugas,  saat melakukan aktivitas harus dilengkapi dengan APD," jelasnya. 

Meskipun, kata Djuwardi, APD itu sendiri ada klasifikasinya, seperti masker,  sepatu dan kaos tangan, minimal itu, meskipun tidak harus menggunakan APD lengkap 

"Minimal ada masker,  sepatu dan kaos tangan, ini semua demi kebaikan kita bersama," terang kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sampang ini,  rabu (20/5/2020).

Menurut Djuwardi, kalau ada petugas yang saat melaksanakan tugas tanpa mengikuti protokol Covid-19, ini masalah besar, dan pelanggaran Protab. Apalagi ini melakukan penanganan langsung. 

"Melalui struktur, pihaknya menekankan untuk melakukan peneguran kepada pihak-pihak yang terkait," ungkapnya. 

"Petugas Covid -19 di semua lini,  agar saat melakukan tugas, sesuai dengan aturan yang ada," tandasnya. 

Terpisah, Siti Fatimaruz zahroh Kepala Puskesmas Pangarengan saat dikonfirmasi lewat selulernya mengatakan, petugas yang menyemprot saat penjemputan pasien positif Corona itu bukan petugas medis, melainkan petugas penjaga malam (Waker).

"Itu bukan petugas medis, tapi itu waker," katanya. 

Disinggung apa langkah yang dilakukan orang nomor satu di Puskesmas Pangarengan, saat mengetahui ada petugas melakukan aktivitasnya tanpa sesuai dengan SOP yang ada.

"Sebenarnya petugasnya ada, dan tugas itu sudah selesai," kelitnya. (Fathur)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Batu melantik 33 pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Kota Batu, pada Minggu...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Satreskrim Polres Lumajang Jawa Timur, berhasil mengungkap aksi pencurian motor milik warga Candipuro di teras IGD...

MEMOonline.co.id. Jember- Warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, dibuat heboh setelah sebuah motor diduga dicuri. Tanpa...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kasus pengeroyokan yang menimpa Senemi (59) warga Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Lumajang, polisi mengamankan dua...

Komentar