Hidup Sebatangkara dan Lumpuh, 'Dumiyah' Warga Desa Larangan Badung Pamekasan Dikunjungi Camat Palengaan

Foto: Penyerahan Bantuan Sembako Dari Kecamatan Palengaan Oleh Ibu Darma wanita
2134
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - setelah mendapat laporan dari perangkat Desa Larangan Badung, Camat Palengaan Kabupaten Pamekasan, H. Sukrisno bersama rombongan mengunjungi Dumiyah (60) salah satu warga yang hidup sebatangkara dan mengalami kelumpuhan selama bertahun - tahun. Rabu (04/03/2020)

Nasib keprihatinan Dumiyah sebelumnya sudah viral di media sosial dan diberitakan oleh beberapa media online. Dikabarkan sebelumnya Dumiyah ini sudah puluhan tahun hidup sebatang kara dalam keadaan lumpuh dan tinggal di gubuknya yang kumuh.

"Kami dari Kecamatan Palengaan sengaja mengunjungi ibu Dumiyah ini supaya secara langsung mengetahui nasibnya dan apa yang dibutuhkan, menurut info Kasunnya, mulai tahun kemarin memang sudah kajukan supaya mendapat bantuan, akan tetapi terkendala dengan e-KTP. Makanya hari ini saya usahakan agar bisa melakukan perekaman pembuatan e-KTP," terang Sukrisno didampingi Jauhari Kepala Dusun Karang Desa Larangan Badung.

Menurut Camat Palengaan, Dumiyah ini dari dulu selalu menolak jika diajak rekam e-KTP. Padahal, baik mobil, kursi roda, sudah disiapkan untuk menjemputnya, namun tidak ada yang berhasil membujuknya. 

"Tapi saya akan berusaha dan meminta bantuan kepada Dispendukcapil untuk mengatasi masalah Dumiyah ini. Apalagi kita mengacu pada perintah Bupati Pamekasan H. Badrut Tamam, S.Psi bahwa jika ada warga kita yang membutuhkan, segeralah bertindak memberi bantuan, jungrojung lombung," imbuhnya.

Sementara menurut Kepala Dusun Karang, M. Jauhari mengatakan, dari pihak Pemerintah Desa Larangan Badung sudah berupaya semaksimal mungkin dan bukan sekali saja untuk membantu Dumiyah, namun terkendala dengan e-KTP.

"Semua sudah saya ajukan, baik dari Program RTLH, PKH, Rastra, akan tetapi nihil hasilnya sampai sekarang," terang Jauhari.

Sebagai Kepala Dusun, ia merasa gagal dengan keadaan hidup yang dialami Dumiyah. Akan tetapi, Jauhari juga tidak bisa berbuat banyak, karena harus mengikuti prosedur yang ada.

"Saya sudah berkali-kali, cari cara agar Dumiyah ini bisa punya e-KTP, akan tetapi tetap saja saya gagal, harapan kami kepada Camat Palengaan dan Dispendukcapil Pamekasan agar bisa membantu Dumiyah agar bisa memiliki e-KTP dan segera mendapatkan bantuan dari Pemerintah", tegasnya Juhari.

Sebelum pamitan, Camat Palengaan Bersama Ibu dan Sekretaris Kecamatan beserta ibu memberikan bantuan berupa sembako dan berjanji akan mengurus pembuatan E- KTP Dumiyah. (M. Halili) 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar