Foto: Salah satu relawan menunjukkan hasli penggalangan dana untuk guru budi
Foto: Salah satu relawan menunjukkan hasli penggalangan dana untuk guru budi
MEMOonline.co.id, Sumenep - Hasil dari penggalangan dana untuk membantu meringankan beban keluarga Ahmad Budi Cahyanto seorang guru GTT (Honorer) yang meninggal dunia karena dianiaya muridnya sendiri, beberapa hari lalu, tembus Rp 44 juta.
Informasi yang dihimpun media ini, jumlah tersebut meruapakan akumulasi hasil penggalangan yang dilakukan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep dan para simpatisan dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep, serta Forum Honorer Kategori Dua (FHK-2) Sumenep.
"Akumulasinya sekitar Rp44 jutaan. Dana itu berasal dari tiga pos, yakni FHK-2, PGRI dan STKIP" kata Ketua FHK-2 Sumenep Abd Rahman, Rabu (7/2/2018).
Dana yang terkumpul itu nanti akan diserahkan kepada keluarga Ahmad Budi Cahyanto. Penyerahan itu akan dilakukan melalui perwakilan dari tiga unsur simpatisan.
Mereka akan menyambangi rumah Guru Budi di Desa/Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang secara bersamaan.
Sebelum berangkat kata Rahman, merekan akan bertemu di Rumah Dinas Bupati Sumenep sekitar pukul 08.00 Wib.
"Itu sesuai kesepakatan, nanti bersama-sama ke rumah keluarga Pak Budi," tegasnya.
Kata Rahman, peristiwa itu sangat mengharukan bagi semua guru di Sumenep.
"Peristiwa ini baru yang pertama di Madura, kedepan peristiwa serupa semoga tidak terulang kembali," katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya berpesan kedepan pendidik maupun pengelola sekolah untuk menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik sejak dini.
"Salah satunya dengan cara penguatan ajaran agama dan peran BK disekolah untuk dioptimalkan," tegasnya.
Budi Cahyanto merupakan guru Kesenian di SMA Torjun Sampang, dia meninggal dunia setelah dianiaya MH yang saat ini duduk di kelas III.
Budi dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah disekitar kepala dan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Dr Soetomo Surabaya. (Ita/diens)