Parah ! Oknum Petugas Puskesmas Bluto  Maki-maki Ibu Pasien Hingga Nangis

Foto: Ilustrasi pasien sedang antri di Puskesmas Bluto
2338
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Salah satu ibu pasien pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terpaksa mengelus dada dan menitikkan air mata saat mau menebus obat untuk anaknya yang menderita infeksi lambung, Jum'at (2/2/2018).

Pasalnya, pelayanan yang diberikan oleh oknum petugas puskesmas setempat, tidak mencerminkan sosok pelayan masyarakat yang baik.

Karena saat memberikan pelayanan, diduga telah memaki-maki keluarga pasien yang mau menebus obat.

Pelayanan kesehatan di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep ini dianggap tidak dapat memberikan pelayanan yang ramah dan baik terhadap pasien, sehingga motto senyum, sapa, santun itu dianggap sebagai isapan jompol belaka.

Dari penuturan Irmayanti, warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, yang mengaku dimarahi dan dibentak-bentak pasca memeriksa putrinya di UGD, tepatnya saat itu dia hendak melakukan penebusan obat di ruang farmasi setempat. 

"Saya dimarahi oleh oknum petugas farmasi saat hendak menebus obat, tadi saya hanya membawa resep dari dokter setelah anak saya diperiksa di bagian UGD," tuturnya seraya menangis tersedu-sedu.

Sampai saat ini pun, dia merasa tidak berbuat salah apapun sampai dimaki-maki tidak jelas.
 
"Dia hanya bilang, Ini kok dijatuhin, sambil menunjuk kertas yang jatuh dilantai dan langsung marah-marah," imbuhnya menirukan oknum tersebut.

Dari pengakuan perempuan satu anak ini, saat mendaftar di loket administrasi, tidak diberi kertas apapun, dan langsung dianter oleh salah seorang petugas ke bagian UGD untuk dilakukan pemeriksaan.

"Masak hanya gara-gara kertas, saya dimaki-maki oleh petugas farmasi, entah apa maksudnya dia, saya pun tidak mengerti," sambung dia.

Atas perlakuan tidak mengenakkan tersebut, ia mengaku kecewa pelayanan UPT Puskesmas setempat.

"Yang jelas saya sangat kecewa, tindakan oknum tersebut sangat tidak mengenakkan hati," tandasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bluto, Hj. Siti Hairiyah, S. Kep. Ners saat hendak dikonfirmasi melalui nomor telepon pribadinya tidak aktif.

Tidak cukup sampai disitu, media ini mencoba menghubungi langsung Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, dr A Fatoni untuk mengkonfirmasi keluhan keluarga pasien yang dibentak-bentak tanpa alasan jelas.

"Ya kita gak tau sih, alur permasalahannya gimana, kita segera klarifikasi dulu ya, tunggu ya," ujarnya singkat lewat sambungan telepon. (Aji/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar