Kisah Pilu Perempuan Penganyam Tikar yang Hidup Sebatangkara Tanpa Perhatian Pemerintah

Foto: Amina dengan setumpuk daun siwalan untuk dianyam menjdi
977
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Benar-benar memprihatinkan kehidupan Amina (70), warga Dusun Muralas, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini.

Pasalnya, wanita berusia lanjut ini, sudah bertahun-tahun hidup sebatangkara di lokasi terpencil tanpa ada keluarga yang menemani disinya,

Sebagaimana penuturannya pada MEMOonline.co.id, semenjak dirinya ditinggal pergi kedua orang tuanya menghadap Sang Ilahi, Amina hidup sendirian, di rumah yang ia tempati saat ini.

Amina sebenarnya memiliki saudara kandung, tapi karena saudaranya itu sudah berkeluarga, Amina memilih menetap di gubuknya sendirian, agar tidak merepotkan saudaranya. 

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Amina memilih menghabiskan waktunya menganyam.

Karena dari menganyam tikar itulah Amina bisa menyambung hidup, dan bisa memenuhi kebutuhan lainnya.

"Untuk menyelasaikan satu anyaman tikar, dibutuhkan waktu hingga beberapa hari, bahkan bisa sampai satu minggu," tuturnya.

Selang beberapa tahun iya pindah tempat tinggal, lokasi tempat tinggal yang iya tempati dulu tampak seperti hutan, namun sekarang ini beliau tinggal di belakang rumah milik tetangganya, bangunan yang iya tempati saat merupakan hasil dari bantuan para tetangganya saat itu, meski tak terkesan sebagai rumah namun tempat itu bisa dibilang lebih layak ketimbang gubuk yang iya tempati sebelumnya. 

Namun begitu, meski kehidupannya tetap melarat, tapi pantang baginya mengeluh, apalagi meminta bantuan pada orang lain, 

"Alhamdulillah meski hidup serba pas pasan saya pribadi masih bisa bertahan hidup sampai sekarang, meski hidup serba kekurangan saya pribadi tidak ingin merepotkan orang lain dalam hal apapun," terangnya.

Ironisnya, meski hidup serba pas pasan dan penuh dengan perjuangan yang sangat keras selama ini beliau tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

"pernah beberapa kali dapat bantuan beras tapi hanya sebanyak 1 gantang (4kg)," akunya.

Meskipun demikian, beliau tidak pernah menggerutu dengan keadaannya selama ini, padahal beliau sebenarnya berhak mendapatkan program kesejahtraan dari pemerintah.

Tapi entah apa yang terjadi beliau tidak pernah tersentuh dengan program-program yang memang seharusnya beliau dapatkan. (Nafi/Diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya penanggulangan masalah kesehatan dengan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- SMAS Nahdlatul Ulama (SMANU) Sumenep menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik...

Komentar