Foto : Camat Tambun Selatan, saat wawancara dengan awak media
Foto : Camat Tambun Selatan, saat wawancara dengan awak media
MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambun Selatan - Lagi-lagi lautan sampah menutupi aliran Sungai/ Kali di Kabupaten Bekasi. Saat ini lautan sampah kembali menjadi pemandangan di Kali Jambe, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Saking penuhnya sampah, air di Kali Jambe, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, hampir tak terlihat.
Masalah ini menambah panjang riwayat pencemaran Kali/ Sungai akibat sampah di Kabupaten Bekasi.
Sebelumnya, Kali Pisang Batu di Tarumajaya sempat jadi sorotan nasional karena tutupan sampah plastik pada Desember 2018.
Kemudian, sampah plastik ganti menutupi Kali Bahagia di Babelan Kota pada akhir Juli 2019 dan banyak lagi kasus serupa lainnya.
Menyikapi situasi yang terjadi tersebut, Camat Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, melakukan langkah-langkah dan tindakan agar tumpukan sampah tidak terjadi lagi di wilayahnya.
"Sekarang ada kegiatan pengerukan dan pembersihan sampah. Alat beratnya dari Dinas PUPR," ucap Iman dilokasi, Jum'at (6/9/2019).
Dikatakan Iman, pengerukan sampah plastik di Kali Jambe, melibatkan pelbagai unsur, mulai dari petugas kebersihan dinas lingkungan hidup, Polsek, Koramil, dan warga sekitar serta sedikitnya 100 orang terlibat langsung dalam pengerukan sampah.
"Sejumlah alat berat dan truk juga diterjunkan. Satu Backhoe dan 5 (unit) Truck, Baktor 3 (unit)," ujar Iman.
Nantinya, lanjut Iman, hasil pengerukan sampah di Kali Jambe akan dibuang ke TPA Burangkeng, Setu. Dan pembersihan diperkirakan akan berlangsung selama 4 hari.
"Mudah-mudahan 1-4 hari bisa beres," imbuh Imam.
Di samping mengeruk sampah, Iman, juga tengah mendiskusikan sejumlah langkah strategis jangka panjang agar tutupan sampah tidak terjadi dan terulang kembali.
"Kami sampaikan ke dinas terkait. Semisal, penataan taman di kanan-kiri Kali agar dirapikan lagi, lalu harus ada tempat penampungan sampah sementara (pakai kontainer -red) biar nanti teman-teman dinas tinggal angkut," jelasnya.
"Memang harus ada diskusi dan langkah serta tindak lanjut dengan semua elemen masyarakat, juga para pihak terkait lainnya. Jadi enggak bisa diatasi dengan hanya dibersihkan saja," tuntas Iman. (Bam/Diens).