
MEMOonline.co.id, Bekasi-Cikarang Pusat - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Bekasi melakukan tasyakuran, launching buku Ulama Pejuang kemerdekaan Kabupaten Bekasi.
Launcing buku yang menceritakan kiprah ulama Kabupaten Bekasi semasa perjuangan kemerdekaan tersebut, digelar di Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Rabu (10/12018).
Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH Nurul Anwar, saat peluncuran buku Ulama Pejuang Kabupaten Bekasi mengatakan, bahwa buku tersebut akan menjadi simbol pejuang ulama kabupaten Bekasi dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dengan diterbitkannya buku ini diharapkan muncul nama-nama pejuang ulama asal Kabupaten Bekasi untuk kemudian diusulkan menjadi pahlawan nasional,” ucapnya.
Selain itu, MUI kabupaten Bekasi juga mengusulkan beberapa nama ulama pejuang kepada pemerintah kabupaten Bekasi untuk dijadikan nama jalan sebagai bentuk penghargaan.
“Agar masyarakat tahu kalau ada banyak ulama Bekasi yang ikut berjuang merebut kemerdekaan,” ungkap KH Nurul Anwar,
Sementara itu, Wakil Bupati Eka Supria Atmaja mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia atas launching buku yang mengisahkan perjuangan ulama Kabupaten Bekasi itu.
“Ya kita atas nama pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mengapreasiasi terhadap apa yang dilakukan oleh MUI kabupaten Bekasi,” ucapnya.
Menurut wakil Bupati, Eka, bahwa buku ulama pejuang Kabupaten Bekas, bisa menjadi inspirasi buat semua warga Kabupaten Bekasi terutama generasi muda. Dan diharapkan bisa meneladani perjuangan para pejuang dalam membangun Kabupaten Bekasi.
“Karena buku ini menjadi inpirasi baik buat kita semua terutama generasi muda, untuk mengikuti jejak langkah mereka dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.
Soal permintaan MUI agar nama-nama ulama pejuang dijadikan sebagai nama jalan, Eka mengatakan akan mengkaji terlebih dulu. Namun ia menyambut positif usulan tersebut agar sejarah Bekasi tidak hilang.
“Iya akan kita kaji dulu. Tapi memang bagus kalau nama ulama pejuang dijadikan nama jalan, sebagai bentuk apresiasi,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Sobirin, menuturkan bahwa buku tersebut menjelaskan tentang kisah perjuangan para ulama di Kabupaten Bekasi dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Buku ini memicu semangat cinta tanah air,meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan lain sebagainya.
“Kita akan mengetahui bagaimana perjuangan para ulama serta para kyai di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.
Sobirin berharap, bisa diteladani dan diterapkan oleh warga kabupaten Bekasi.
“Jadi buku ini dalam pemahaman saya ada dua visi para ulama yang diharapkan bisa sampai ke masyarakat. Pertama adalah cinta kepada tanah air dan yang kedua kedudukan akhlakul karimah yang diyakini betul oleh para alim ulama,” tutupnya. (Bam/diens)

THIS IS AN OPTIONAL
Technology
MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...
MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah...
MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi dan mutasi sejumlah pejabat di...
MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sekretariat Bersama Media Online Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (SEKBER LIPAN-RI)...