Foto : Akses Jalan Penghubung Dusun yang Rusak Parah
Foto : Akses Jalan Penghubung Dusun yang Rusak Parah
MEMOonline.co.id, Pamekasan - Bertahun-tahun lamanya warga Dusun Barokem Daja dan Barokem Laok, Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, merasa tak memiliki Kepala Desa (Kades), Senin (7/1/2019).
Sebab, akses jalan penghubung antar dusun dan merupakan jalan utama menuju Kecamatan Palengaan itu rusak parah.
Padahal, mengingat kucuran dana program dana desa (DD) dari pemerintah pusat untuk kebutuhan infrastruktur dan lain sebagainya itu sangat fantastis (besar).
Namun, yang dirasakan masyarakat sekitar itu malah sebaliknya, mereka tak pernah merasakan enaknya infrastruktur di desanya.
Berangkat dari kekecewaannya, warga sekitar sempat melakukan urunan dana (sumbangan) Rp. 100 untuk memperbaiki jalan tersebut pada (30/11/2018) lalu. Karena mereka merasa dianak tirikan pemerintah desa.
SB (inisial) warga setempat menuturkan, jika semisal akses jalan itu tetap dibiarkan rusak parah seperti itu, dirinya akan menanam pohon disepanjang jalan.
"Intinya jika nanti tetap tak dikerjakan akan saya tanami pohon pisang disepanjang jalan itu. Kalok mau diperbaiki mau saya cabut pohonnya," tegas SB, dalam bahasa Madura yang sudah diartikan kedalam bahasa Indonesia.
Lebih lanjut, kata dia, untungnya pemerintah desa setempat merespon harapan warganya meski agak lelet.
"Alhamdulillah saat ini sudah dikirimi bahan (batu), katanya mau dikerjakan hari Selasa besok ini," tambahnya.
Tak hanya itu, bahkan SB pun kebingungan sumber dana untuk memperbaiki jalan ditempatnya itu. Sebab menurutnya, biasanya pekerjaan yang sumber dananya dari dana desa (DD) itu terakhir pada bulan 11 (November).
Namun, pekerjaan itu baru dikirim materialnya, entah anggaran tahun anggaran 2018 atau 2019. Bahkan, ditengarai anggaran tahun 2018 yang direlisasikan tahun 2019.
"Kemaren-kemarennya yang dikirim (bahannya). Tak tau saya," singkatnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Harun menuturkan, bahwa dirinya sejauh ini sudah mengirim bahan untuk perbaikan jalan itu.
"Sudah saya kirim batu kesana," katanya, melalui via telepon selulernya.
Ditanya sumber dananya itu dari mana dan apakah merupakan dana desa tahun anggaran 2018, Harun menjelaskan, bahwa pekerjaan itu murni bantuan. Sayangnya, Harun tak mau menjelaskan secara detail dari mana bantuan itu berasal.
"Bukan (dana desa), itu swadaya. Bantuan dari orang, intinya dari orang," tukasnya, seolah kebingungan menjawabnya.
Dengan adanya pernyataan yang seperti itu, ditengarai pekerjaan proyek untuk perbaikan jalan itu bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2018, hanya saja merealisasikannya (dikeluarkan) tahun 2019. (Faisol)