Foto:dr. Fatoni, Kadinkes Sumenep
Foto:dr. Fatoni, Kadinkes Sumenep
MEMOonline.co.id, Sumenep - Meski sudah hampir memasuki ambang batas kontrak yang ditentukan, pembangunan rumah sakit di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, baru terselesaikan sekitar 50 persen. Padahal, proyek senilai Rp4,5 miliar itu ditargetkan selesai maksimal 15 Desember 2018.
Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. A. Fatoni menjelaskan pembangunan yang bergambarkan dari APBD II itu difokuskan pada pembangunan gedung rawat jalan, laboratorium, dan Unit Gawat Darurat (UGD).
"Pembangunan rumah sakit di Pulau Kangean masih berlanjut, sampai saat ini sudah sekitar 50 persen,” kata dr. A. Fatoni, saat dikonfirmasi media, Kamis (15/11/2018).
Namun begitu, Fatoni optimis pertengahan Desember mendatang pembangunan fisik selesai. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat saat berobat.
Saat ini warga Pulau Kangean menikmati layanan kesehatan yang disediakan Pemerintah melalui Puskesmas. Sehingga layanan yang diberikan sangat terbatas.
Apabila warga yang sakit parah, harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum di daratan. Perjalanan dari Pulau Kangean ke daratan waktu norman diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam menggunakan transportasi laut.
Fatoni menargetkan 2021 fasilitas rumah sakit di Pulau Kangean sudah lengkap dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Bahkan Fatoni mengaku tahun 2019 telah mengajukan anggaran melalui APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 17 miliar.
"Kami optimis dapat. Karena Bu Khafifah (Gubernur terpilih Jawa Timur) mengetahui secara langsung kondisi masyarakat di kepulauan Sumenep," pungkasnya. (Ita/diens)