Foto : Tampak Depan Balai Desa Bandungan Pakong Pamekasan yang Bermasalah
Foto : Tampak Depan Balai Desa Bandungan Pakong Pamekasan yang Bermasalah
MEMOonline.co.id, Pamekasan - Terkait adanya dugaan mark up anggaran dalam realisasi pengelolaan program Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018 Desa Bandungan yang dilaporkan ke Mapolres Pamekasan, pada hari Selasa (30/10) kemaren, ternyata begini pekerjaannya, Senin (06/11/2018).
Berujung dilaporkannya pekerjaan itu, lantaran banyaknya temuan-temuan dan atas dasar keluhan masyarakat sekitar, yang diduga kuat pekerjaan proyek yang berasal dari program DD dan ADD Bandungan di korup.
Informasi yang dihimpun memoonline.co.id, pekerjaan proyek kanopi yang bervolume 7 x 5,5 m yang biasanya menghabiskan anggaran kurang lebih Rp.15 jutaan, itupun menggunakan material yang berkualitas. Namun, anggaran yang dicantumkan dalam papan nama sebesar Rp. 49.934.750.
Selain pekerjaan kanopi, yang menjadi sorotan adalah proyek kamar mandi dengan volume 2 x 2 m, yang menghabiskan anggaran Rp. 10.557.747. Padahal, fakta di lapangan, proyek itu hanyalah meneruskan tembok kamar mandi sahaja.
Selain realisasi kedua pekerjaan proyek yang berada di dalam lingkungan Balai Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kepala Desa juga meneruskan tembok/pagar balai yang sudah ada dan mengerjakan taman Balai Desa yang anggarannya tidak dicantumkan.
Dengan adanya pekerjaan yang seperti itu, wajar saja jika warga setempat mencurigai dan menduga beberapa proyek itu di korup oleh Kepala Desa Bandungan Pakong itu. (Faisol)