Bimtek di Batu, Kemenlu RI Fokus Bahas Soal Penanganan PMI di Luar Negeri

Foto:Iqbal, selaku perwakilan dari BPN2TKI
1273
ad

MEMOonline.co.id, Kota Batu - Banyaknya kasus-kasus tindak pidana maupun kasus keperdataan serta ketenagakerjaan dan keimigrasian yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, menjadi fokus perhatian Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, untuk segera ditangani.

Oleh sebab itu, Kemenlu RI menggandeng para pemangku kepentingan di daerah, untuk memberikan Bimbingan Teknis (bimtek) mengenai Permasalahan WNI di Luar Negeri.

Sebagaimana Bimtek yang telah dilakukan Kemenlu RI dengan pemangku kepentingan di daerah, di Singhasari Resort Hotel, Jalan Raya Beji, Kota Batu. Selasa (2/10/2018).

Iqbal, selaku perwakilan dari BPN2TKI mengungkapkan, untuk Daerah Malang Raya ada sekitar 40 kasus yang menimpa PMI, sedangkan di Kabupaten Malang 30 kasus.

"Kasus-kasus tersebut meliputi penagihan yang berlebih, padahal ada fasilitas KUR dari lembaga keuangan yang disediakan oleh pemerintah untuk pembiayaan mereka berangkat," ungkapnya di sela-sela kegiatan Bimtek ke dua, di Gedung Singhasari Resort Hotel.

Namun, lanjut Iqbal, "Pada kenyataanya di sana ditagih lebih dari yang seharusnya, sekarang banyak yang seperti itu," kata dia.

Ketika ditanya awak media perihal siapa yang menagih, ia jelaskan, " Dari agency ataupun pihak-pihak yang berkerjasama dengan lembaga keuangan, kadang-kadang agency bertindak nakal artinya yang seharusnya sudah ditetapkan dari kita sekian ditagih dan ditambah-tambahin di sana atau dilakukan hutang baru oleh agency di sana," bebernya.

Dirinya juga menambahkan, bahwasanya untuk kasus yang terjadi di Kota Batu, belum ada.

"Untuk kasus yang terjadi di Batu belum ada sebagian besar di Kabupaten Malang," kata dia.

Sementara itu, Trimandoyo S.E, Kordinator LTSA Bid Naker Cilacap, menambahkan untuk saat ini jumblah PMI yang terdaftar sekitar 6061.

"Sampai dengan saat ini terdapat 6061 jumlah tenaga kerja yang terdaftar. Dan terdapat sekitar 20 pengaduan yang masuk, Adapun pengaduan seputar masalah Gaji," paparnya.

Meski demikian, ia berharap supaya semua PMI memahami prosedur serta payung hukum.

"Harapan kami, agar semua tenaga kerja Indonesia lebih memahami akan prosedur serta payung hukum yang menaungi mereka. Serta kami akan selalu berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap para PMI,  (selalu pahlawan devisa negara)", imbuh Kordinator Bid. LSTA Disnaker Cilacap. (Risma/diens)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep kembali menggencarkan edukasi hukum kepada pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah...

Komentar