Puluhan Jurnalis Sumenep Aksi Solidaritas Kekerasan Wartawan di Jember

Foto: Puluhan Jurnalis Sumenep saat menggelar aksi solidaritas Kekerasan Wartawan di Jember
1045
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejumlah Jurnalis yang bertugas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan aksi solidaritas dan mengecam tindak kekerasan terhadap wartawan, di alun-alun Taman Bunga (TB) Sumenep, Kamis (5/7/2018).

Aksi tersebut dilakukan puluhan wartawan dari berbagai media, sebagai bentuk keprihatinan terhadap rekan seprofesinya, yakni  Oryza Ardiansyah Wirawan (wartawan beritajatim.com) yang mengalami tindak kekerasan oleh sejumlah pemain tim Sindo Dharaka dan aparat keamanan saat meliput pertandingan sepak bola antara Persid Jember vs Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu sore (04/07).

Jurnalis Sumenep dalam aksi solidaritasnya memajang sejumlah poster kecaman terhadap perilaku premanisme yang mengintimidasi kinerja Pers.

"Menyikapi tindakan semena-mena sejumlah suporter dan pemain tim Sindo Dharaka yang telah menganiaya jurnalis, Wartawan Sumenep melakukan aksi solidaritas dan pernyataan sikap hari ini," kata Ketua PWI Sumenep, Moh. Rifai, Kamis (5/7/2018).

Ditegaskan pula, aksi yang mereka gelar di kawasan Alun-alun TB itu merupakan wujud solidaritas dan kepedulian terhadap kejadian yang menimpa wartawan.

"Siapa lagi kalau bukan sesama wartawan yang peduli dan menolak anarkisme dan premanisme terhadap wartawan," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS), Ahmadi Muni, dalam orasinya ia meminta agar penegak hukum segera menangkap pelaku penganiayaan wartawan.

"Kita menolak premananisme. Penegak hukum harus mengambil tindakan dan segera menangkap pelakunya," terangnya.

Selain itu, dirinya meminta PSSI sebagai pemangku kebijakan sepak bola Tanah Air memberikan sanksi tegas terhadap pemain dan klub Sindo Dharaka.

"Tolong PSSI segera ambik tindakan, karena itu murni bukan sifat dari seorang atlet olahraga. Namun, lebih tepat dianggap sebagai preman," tukasnya.

Selanjutnya aksi solidaritas tersebut diakhiri dengan Doa bersama sebagai bentuk matinya rasa kemanusiaan kelompok manusia yang melakukan aksi premanisme terhadap Jurnalis. (Syai/diens)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Polres Lumajang berhasil mengungkap sekaligus meringkus komplotan pencurian berkedok investasi fiktif yang merugikan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Klasifikasi yang diberikan DPMPTSP Kabupaten Lumajang terhadap CV Surya Agro Mandiri semakin memicu kecurigaan...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperluas akses pelayanan publik hingga ke wilayah pinggiran. Salah satunya...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Dalam rangka memperkuat koordinasi dan keterpaduan jajaran penegak hukum yang tergabung dalam Sistem Peradilan Pidana,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen pemberian remisi bagi warga binaan Lapas Kelas II B...

Komentar