Foto: Kades Pelayan Syamsul Tictoker saat antar Jenazah Baidawi dari Denpasar Bali ke kampung halamannya di Desa Campaka
Foto: Kades Pelayan Syamsul Tictoker saat antar Jenazah Baidawi dari Denpasar Bali ke kampung halamannya di Desa Campaka
MEMOonline.co.id. Sumenep- Jenazah Baidawi, penjaga warung asal Dusun Jempareng Laok, Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dipulangkan dari Rumah Sakit Umum Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali, pada Senin (22/6/2026).
Proses pemulangan jenazah tersebut bertepatan dengan kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep.
Pihak keluarga kemudian meminta bantuan kepada Syamsul Arifin, Kepala Desa Tambaagung Barat yang dikenal sebagai "Kades Pelayan" dan konten kreator asal Madura, untuk membantu proses pemulangan jenazah hingga tiba di kampung halaman.
Salah satu pihak keluarga mengatakan, proses pemulangan dilakukan setelah adanya koordinasi dengan sejumlah pihak di Denpasar.
"Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait di Denpasar, pemulangan dilakukan dengan bantuan Kades Pelayan Syamsul menggunakan ambulans siaga desa," ujar pihak keluarga.
Pemulangan jenazah berlangsung lancar berkat dukungan tim ambulans desa, perangkat desa, dan warga yang turut membantu proses perjalanan hingga tiba di Kabupaten Sumenep.
Abdul Hadi, perwakilan keluarga, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Syamsul Arifin dalam mengurus kepulangan Baidawi yang meninggal dunia akibat sakit saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Syamsul yang telah membantu pemulangan warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga," ujarnya.
Keluarga juga mengapresiasi kepedulian Syamsul yang tetap membantu masyarakat meskipun korban bukan berasal dari desa yang dipimpinnya.
"Terima kasih Pak Syamsul. Semoga semangat dan kepedulian dalam membantu sesama terus menjadi amal kebaikan," ungkap keluarga.
Setibanya di Desa Campaka, jenazah Baidawi disambut duka mendalam oleh keluarga dan warga. Jenazah kemudian disemayamkan dan dimakamkan sesuai dengan adat dan tradisi setempat.
Sementara itu, Syamsul Arifin menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan yang dilakukannya terbuka bagi seluruh masyarakat Sumenep.
"Menjadi kepala desa berarti hadir nyata untuk warga. Tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat sakit atau kehilangan orang tercinta. Ambulans desa adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kami," ujar Syamsul.
Untuk diketahui, Syamsul Arifin yang dikenal sebagai "Kades Pelayan" merupakan Kepala Desa Tambaagung Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.
Penulis : Hadi Petir
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak