Foto: Menaker Yassierli saat menjadi pembicara dalam Global Parenting Summit 2026 bertema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung
Foto: Menaker Yassierli saat menjadi pembicara dalam Global Parenting Summit 2026 bertema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung
MEMOonline.co.id. Bandung- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya menyiapkan generasi masa depan Indonesia dengan keterampilan yang relevan serta karakter yang kuat agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.
Menurut Yassierli, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi hijau, pola kerja jarak jauh, hingga meningkatnya persaingan global telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara signifikan.
"Lanskap dunia kerja terus berubah. Karena itu, kita perlu menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi berbagai perubahan yang akan datang," ujar Yassierli saat menjadi pembicara dalam Global Parenting Summit 2026 bertema Future Skills untuk Generasi Masa Depan Indonesia di Bandung, Sabtu (20/6/2026).
Ia mengungkapkan, laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memperkirakan sekitar 22 persen pekerjaan akan terdampak perubahan hingga tahun 2030.
Di periode yang sama, sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara 92 juta pekerjaan lainnya berpotensi tergantikan.
Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kompetensi di dunia kerja terus berkembang.
Penguasaan teknologi saja tidak cukup, tetapi juga dibutuhkan kemampuan belajar sepanjang hayat, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.
Yassierli menilai penguatan keterampilan masa depan menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan pendapatan per kapita yang diproyeksikan mencapai USD 23.000 hingga USD 30.300 sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045.
Menurutnya, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung SDM yang unggul, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Di tengah bonus demografi yang sedang berlangsung, keberhasilan Indonesia mencapai target tersebut sangat bergantung pada kemampuan menyiapkan generasi yang kompeten dan siap menghadapi perubahan.
"Karena itu, generasi masa depan perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis," katanya.
Selain keterampilan, Yassierli menegaskan bahwa pembentukan karakter juga menjadi aspek yang tidak kalah penting.
Nilai-nilai seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, etika, dan empati merupakan fondasi utama dalam menciptakan talenta yang berkualitas.
Ia menambahkan, di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan teknologi justru akan semakin bernilai.
Kemampuan membangun kepercayaan, berempati, berkomunikasi, memimpin, dan bekerja sama menjadi keunggulan yang harus terus dikembangkan.
"Semakin canggih AI, semakin penting keterampilan manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin. Semakin canggih AI, semakin langka dan semakin bernilai sentuhan manusia," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Yassierli juga mengajak para orang tua untuk mengambil peran aktif dalam menyiapkan generasi masa depan.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pembelajaran pertama yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter, kebiasaan belajar, dan pola pikir anak.
"Anak-anak kita mungkin akan bekerja pada profesi yang hari ini bahkan belum ada. Karena itu, tugas kita bukan hanya menyiapkan mereka untuk satu pekerjaan tertentu, tetapi membekali mereka dengan kemampuan belajar, karakter yang kuat, serta keterampilan yang membuat mereka siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan," pungkasnya.
Penulis : Aditya
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak