‎Catatan Penting Dibalik Ledakan Misterius di Desa Bago Pasirian Lumajang ‎

Foto : Dendik Zeldianto Ketua GMPK Lumajang
157
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ledakan misterius di kediaman ibu kandung Agung Jody Kriswanto Desa Bago Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Minggu dini hari kemarin, terus menjadi buah bibir.

‎ ‎Khalayak mengulas peristiwa, isu keterkaitan dengan situasi di internal Pemdes setempat, kian mengemuka.

Hal itu berkesesuaian dengan catatan Memoonline terkini, Senin (30/3/2026).

‎ ‎Berikut catatan Memoonline dibalik peristiwa menggemparkan tersebut:

‎ ‎1. Ledakan terjadi dikediaman ibu kandung Agung Jody Kriswanto.

‎2. Agung Jody Kriswanto menjabat Ketua BPD desa setempat.

‎3. BPD diketuai Agung Jody Kriswanto, melaporkan situasi Desa Bago terkini, kepada Bupati Lumajang Bunda Indah.

‎4. Rumah atau kediaman yang menjadi lokasi ledakan berdempetan dengan kediaman Agung Jody Kriswanto.

‎ ‎Poin ketiga menjadi catatan terpenting, bahkan didengungkan menjadi pemicu terjadinya peristiwa.

Laporan tersebut dikutip Memoonline, ditandatangani Ketua BPD Desa Bago Kecamatan Pasirian, berikut sejumlah anggotanya pada Senin (9/3/2026) kemarin.

‎ ‎Bahkan, ada poin permintaan digesernya jabatan strategis di internal Pemdes Bago turut disematkan.

‎ ‎Diberitakan sebelumnya, polisi tengan mendalami peristiwa tersebut. Tim Inafis Polres Lumajang memegang kendali olah tempat kejadian perkara.

‎ ‎Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto dikonfirmasi menduga awal adalah sebuah bondet. Meski tak ada korban jiwa, dentuman ledakan tersebut cukup menghebohkan warga.

‎ ‎Terpisah Dendik Zeldianto, Ketua GMPK Lumajang tegas mendukung kepolisian untuk mengusut tuntas sisi dibalik peristiwa tersebut.

‎ ‎"Ada sisi lain yang patut diduga menjadi pemicu dalam peristiwa ini. Ini menjadi tranding topik, kami yakin polisi bisa mengungkap hingga tuntas. Kami akan kawal bahkan masukan dari warga, kami siap menjembatani sedianya bisa membantu kinerja kepolisian," ucapnya.

‎ ‎Disinggung laporan BPD kepada Bupati Lumajang, pria yang kerap disapa Dendik Ekstrim itu mengaku juga mengetahui dan memiliki salinannya.

‎ ‎Ditanya siapa jabatan strategis yang diminta untuk digeser, Dendik nampak enggan mengutarakan.

"Ada, jelas tertuang, kami tidak ingin dianggap melampaui kewenangan. Mari percayakan prosesnya pada polisi dan kita serta kawal bersama-sama," imbuhnya.

‎ ‎Menurut Dendik, sisi terpenting lain yakni sedianya korban dan keluarganya dijamin keamanan dan keselamatannya.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Malang- Muslimin & Partner selaku kuasa hukum Rahma Yulinda Handayani Tan, Pimpinan Umum Media Chibernews.co.id, melaporkan dugaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di lingkungan pasar tradisional Kota Batu....

MEMOonline.co.id. Malang- Ketua LSM Aliansi Pemantau Anti Korupsi Nasional Republik Indonesia (APAN RI), Rahma Yulinda Handayani Tan, mengecam keras...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menyiapkan anggaran sekitar Rp250 juta untuk pengawasan program Bantuan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum dapat...

Komentar