Foto : H. Musaffa Safril (Gus Musaffa) Ketua PW Ansor Jatim. (Sumber - warga net).
Foto : H. Musaffa Safril (Gus Musaffa) Ketua PW Ansor Jatim. (Sumber - warga net).
MEMOonline.co.id. Lumajang- Beberapa hari berlalu, kabar ricuhnya Konfercab Ansor 2026 di Lumajang, terus menghiasi jagad maya.
Aroma penyimpangan terstruktur untuk kemenangan salah satu kandidat oleh panitia bahkan pimpinan sidang, terus menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.
Disejumlah akun sosial bagi media, warga meminta tegas, pemangku kewenangan wilayah angkat bicara.
Informasi terkini dihimpun memoonline, muncul arahan dari pimpinan sidang mengenai rekomendasi untuk kandidat dari lingkup ranting, sebagai bentuk dukungan.
Arahan tersebut diduga berbeda pada kandidat lain, sengaja diatur untuk menggugurkan kandidat tertentu.
Sebelumnya diberitakan, Ada sejumlah catatan penting menjadi pemicu keributan, diantaranya :
1. Panitia diduga mengcopy tata laksana Konfercab dari kabupaten sebelah, kemudian diterapkan di Lumajang.
2. Diluar forum, sumber informasi menggamblangkan ada kiriman pesan WhatsApp didokumentasikan, berisikan arahan-arahan riskan menggiring keberpihakan.
3. Durasi penentuan rekomendasi hanya dua menit, diberlakukan pada salahsatu kandidat.
4. Tak sampai terjadi tahapan pemilihan layaknya demokrasi, melainkan keputusan, penentuan pemenang dan dianggap sepihak.
5. Situasi tahapan, diduga telah disetting untuk tercapai tujuannya, oleh oknum untuk memenangkan pihak tertentu.
6. Tanda tangan dan stempel mandiri oleh oknum demi tercapainya kepentingan dirinya, di penghujung atau hasil Konfercab.
Mohammad Mahtuhan S.H pada memoonline berharap, PW Ansor Jatim mengambil sikap menjadi penengah, sehingga muncul kebijakan yang menurutnya mendinginkan situasi.
"Tidak ada verifikasi data yang kami kumpulkan. Jadi dianggap kami ini nol. Dan waktu itu diumumkan kandidat pemenang dan kami anggap itu sepihak. Jadi tidak pada tahapan pilihan," ucapnya, Senin (16/2/2026).
Upaya konfirmasi media kandas. H. Su'ud Ketua Panitia dan H. Musaffa Safril PW Ansor Jatim, dihubungi melalui pesan WhatsApp, kompak tutup mulut perihal peristiwa yang terjadi.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak