Berikut Catatan Penting Dibalik Ricuhnya Konfercab Ansor Lumajang, Kandidat: Panitia Sarat Tipu Muslihat

Foto : Screenshot aksi saling dorong
573
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Ansor Lumajang pekan lalu menyisakan polemik.

Keributan hingga aksi saling dorong antar kader terjadi, diduga dipicu indikasi kecurangan serta keberpihakan panitia kepada salah satu kandidat.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan sejumlah catatan yang menjadi pemicu kericuhan, di antaranya:

1- Panitia diduga menyalin tata laksana Konfercab dari kabupaten lain lalu menerapkannya di Lumajang.

2- Di luar forum, beredar dokumentasi pesan WhatsApp yang berisi arahan berpotensi menggiring keberpihakan.

3- Durasi pengumpulan rekomendasi hanya diberikan dua menit kepada salah satu kandidat.

4- Tahapan pemilihan dinilai tidak berjalan sebagaimana mekanisme demokrasi, melainkan langsung pada penentuan pemenang yang dianggap sepihak.

5- Situasi tahapan diduga telah disetting oleh oknum untuk memenangkan pihak tertentu.

6- Muncul dugaan penandatanganan dan penggunaan stempel secara mandiri oleh oknum pada akhir Konfercab.

Mohammad Mahtuhan, S.H., yang akrab disapa Maftuh, kepada memoonline menyebut perlakuan panitia menyimpang.

Ia merupakan salah satu kandidat yang merasa dirugikan.

“Keputusan diambil oleh pimpinan sidang di tengah keributan,” kata Maftuh, Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan hak interupsinya diabaikan. Kejanggalan, menurutnya, muncul setelah waktu pengumpulan rekomendasi dari PAC dan ranting Ansor hanya diberikan dua menit.

“Dalam rentang waktu itu kami sudah menyerahkan rekomendasi ke meja pimpinan sidang. Namun kami justru dianggap tidak sah dan langsung dinyatakan calon tunggal. Kami tidak terima, interupsi kami ditolak, hingga terjadi keributan dan di tengah situasi itu pimpinan sidang memaksakan keputusan secara aklamasi,” imbuhnya.

Maftuh menilai pimpinan sidang seharusnya menjadi penengah dengan memverifikasi berkas agar tercapai musyawarah mufakat dan pemilihan yang demokratis.

“Berkas saya tidak diverifikasi dan langsung diputuskan sepihak sehingga terjadi keributan. Saya bukan tidak mendaftar, saya mendaftar dan memenuhi seluruh persyaratan,” tegasnya.

Ia berharap PW Ansor Jawa Timur menyikapi peristiwa tersebut secara bijak dan adil demi menjaga marwah organisasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab 2025 Ansor Lumajang, H. Su’ud, saat dikonfirmasi terkesan enggan memberikan tanggapan.

Melalui pesan WhatsApp, ia sempat mengakui posisinya sebagai ketua panitia.

Namun setelah diminta waktu untuk konfirmasi lebih lanjut melalui sambungan telepon terkait Konfercab, hingga berita ini ditayangkan, H. Su’ud belum memberikan respons.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris di Kabupaten Lumajang, Pemandian Selokambang, menjadi sorotan setelah muncul berbagai wahana air...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

Komentar