Demi Transparansi Anggaran Publikasi, SMSI Sumenep Dorong Pemerintah Terapkan E-Katalog

Foto: SMSI Sumenep saat audiensi ke Komisi I DPRD
318
ad

MEMOonline.co.id. Alvian- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah daerah menerapkan sistem E-Katalog dalam belanja publikasi media massa.

Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi SMSI Sumenep bersama Komisi I DPRD Sumenep, yang turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Sekretaris DPRD (Sekwan) Sumenep, Senin (26/1/2026).

Sejak awal rapat dengar pendapat berlangsung, perwakilan SMSI Sumenep membeberkan sejumlah fakta terkait pengelolaan anggaran publikasi media massa di Diskominfo dan Sekretariat DPRD yang dinilai belum transparan.

Bahkan, salah satu anggota SMSI Sumenep secara tegas menuding adanya dugaan Diskominfo “beternak media sendiri”, sehingga suasana audiensi berlangsung cukup hangat dan menegangkan.

“Selama ini kami tidak pernah mengetahui secara pasti ada berapa media yang bermitra dengan Diskominfo dan DPRD. Hal ini karena tidak pernah ada keterbukaan soal itu,” ujar Samauddin, yang akrab disapa Udien Nyelonong, Rabu (26/1/2026).

Situasi audiensi semakin memanas saat Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, memberikan kesempatan kepada Diskominfo dan Sekwan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan dugaan yang disampaikan peserta audiensi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah bersikap transparan dalam pengelolaan anggaran publikasi media.

“Kami sudah mengundang seluruh asosiasi media di Sumenep untuk sosialisasi anggaran publikasi. Untuk tahun ini, anggaran yang kami kelola sebesar Rp2 miliar, seluruhnya untuk advertorial atau iklan media,” kata Indra.

Namun demikian, Indra tidak merinci jumlah media—baik cetak, online, maupun elektronik—yang menerima anggaran tersebut.

Ia hanya menjelaskan bahwa pembagian anggaran dilakukan secara proporsional sesuai klasifikasi media.

Untuk menghilangkan berbagai dugaan, Diskominfo berkomitmen mulai tahun ini akan menerapkan sistem E-Katalog.

“Dengan E-Katalog, semuanya tercatat di sistem, lebih transparan, dan bisa diawasi bersama,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath. Menurutnya, penerapan E-Katalog tidak menjadi persoalan selama pengelolaan anggaran publikasi dilakukan secara profesional dan transparan.

“Tidak masalah jika Diskominfo menggunakan E-Katalog, sepanjang prinsip transparansi dan profesionalisme dijalankan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumenep, Yanuar Yudha Bachtiar, mengungkapkan bahwa anggaran publikasi media yang dikelolanya mencapai Rp1,2 miliar.

“Anggaran tersebut terbagi dalam dua klasifikasi, yakni untuk media cetak dan media online,” jelas Yudha.

Berdasarkan penjelasan Diskominfo dan Sekwan tersebut, SMSI Sumenep akhirnya menyatakan mendukung penuh penerapan E-Katalog sebagai upaya mewujudkan transparansi pengelolaan anggaran publikasi di lingkungan Pemerintah Daerah dan DPRD Sumenep.

“Jika memang demikian, kami setuju dan siap mendukung Diskominfo Sumenep menggunakan sistem E-Katalog untuk belanja publikasi media,” pungkasnya.

“Tidak masalah jika Diskominfo menggunakan E-Katalog, sepanjang prinsip transparansi dan profesionalisme dijalankan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumenep, Yanuar Yudha Bachtiar, mengungkapkan bahwa anggaran publikasi media yang dikelolanya mencapai Rp1,2 miliar.

“Anggaran tersebut terbagi dalam dua klasifikasi, yakni untuk media cetak dan media online,” jelas Yudha.

Berdasarkan penjelasan Diskominfo dan Sekwan tersebut, SMSI Sumenep akhirnya menyatakan mendukung penuh penerapan E-Katalog sebagai upaya mewujudkan transparansi pengelolaan anggaran publikasi di lingkungan Pemerintah Daerah dan DPRD Sumenep.

“Jika memang demikian, kami setuju dan siap mendukung Diskominfo Sumenep menggunakan sistem E-Katalog untuk belanja publikasi media,” pungkas Udien Nyelonong.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Pintu pagar SMK Kesehatan Nusantara yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penguatan integritas aparatur sipil negara menjadi fondasi utama reformasi...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

Komentar