Foto: dr. Aminuddin Wali Kota Probolinggo Ikut Hadir Menyaksikan Kejurnas Bola Boli U-19
Foto: dr. Aminuddin Wali Kota Probolinggo Ikut Hadir Menyaksikan Kejurnas Bola Boli U-19
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Kejuaraan Nasional Voli Antar Klub U-19 tahun 2025 resmi berakhir pada Minggu (30/11), setelah pertandingan final putra dan putri yang berlangsung penuh ketegangan di lapangan voli GOR Mastrip.
Ribuan penonton memadati venue untuk menyaksikan aksi para atlet muda terbaik dari berbagai daerah.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, turut hadir menyaksikan partai final putri antara Ganevo Yogyakarta melawan Grobogan Mitra Bank Jateng.
Laga berjalan seru sebelum akhirnya Ganevo Yogyakarta menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1.
Keseruan juga terjadi pada final putra yang mempertemukan Pasundan dan Porvit Kudus.
Duel tiga set itu dipenuhi sorakan penonton, hingga akhirnya Pasundan berhasil mengamankan kemenangan 3-1 dan keluar sebagai juara.
Dari total 61 tim peserta—34 tim putra dan 27 tim putri—berikut para juara Kejurnas Voli U-19 2025:
Kategori Putri:
Juara I: Ganevo Yogyakarta
Juara II: Grobogan Mitra Jateng
Juara III: Phonska Plus
Juara IV: Lampung Phinisi
Kategori Putra:
Juara I: Pasundan
Juara II: Porvit Kudus
Juara III: Indomaret
Juara IV: Privolley Gurita Kaur
Wali Kota Aminuddin mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan PP PBVSI yang menunjuk Kota Probolinggo sebagai tuan rumah.
Ia bersyukur seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi kota.
“Kami ucapkan terima kasih kepada PP PBVSI. Selamat kepada para pemenang. Perlu kami garis bawahi, Kota Probolinggo siap menyelenggarakan kejuaraan tingkat nasional,” tegasnya setelah penyerahan medali para juara.
Jadi Ajang Belajar bagi Atlet Kota Probolinggo
Ketua PBVSI Kota Probolinggo, Agus Efendi, menuturkan antusiasme masyarakat sangat tinggi selama delapan hari pelaksanaan kejurnas.
Penonton yang hadir rata-rata merupakan pendukung fanatik klub maupun atlet tertentu.
Selain memadati GOR, banyak pula yang menyaksikan melalui siaran langsung televisi.
Menurutnya, ajang ini menjadi kesempatan emas bagi bibit-bibit muda voli untuk belajar langsung dari permainan berkualitas tinggi.
“Mereka bisa melihat bagaimana teknik defensif yang benar, pola serangan, hingga ketahanan fisik. Pelatih-pelatih juga banyak yang saling berbagi pengalaman selama gelaran ini,” jelasnya.
Agus berharap ke depan Kota Probolinggo bisa menggelar minimal satu event voli setiap tahun.
“Dengan adanya event nasional, semua sektor ikut terdorong—mulai dari pembibitan atlet, ekonomi, budaya hingga kuliner. Ini barometer, karena tidak semua daerah mampu menjadi tuan rumah event sebesar ini,” ujarnya.
Penulis : Agus
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak