Foto: Tim
Foto: Tim
MEMOonline.co.id. Lumajang- Sejumlah personel Polri dari Brimob Polda Jatim dan Polres Lumajang turun langsung ke pemukiman warga terdampak material erupsi Gunung Semeru di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Sabtu (22/11/2025).
Kehadiran petugas bertujuan memberikan imbauan agar warga segera meninggalkan area rawan demi keselamatan. Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa rumah warga tampak rusak berat dan dipenuhi material vulkanik.
Meski kondisi membahayakan, sejumlah warga masih bertahan di sekitar rumah mereka untuk mencari serta menyelamatkan barang-barang yang dianggap masih bisa diselamatkan.
Personel Brimob dan Polres Lumajang kemudian menyisir satu per satu rumah warga dan melakukan komunikasi langsung.
Mereka menegaskan bahwa Dusun Sumbersari masih berada dalam zona berbahaya karena potensi hujan abu, banjir lahar, dan awan panas susulan yang belum sepenuhnya berakhir.
“Kami mengimbau agar warga segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama,” ujar salah satu personel Brimob Polda Jatim di lokasi.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi PIDM Seksi Humas, Ipda Untoro, membenarkan bahwa jajaran Polri bergerak cepat memastikan keselamatan masyarakat.
“Petugas di lapangan terus melakukan pendekatan persuasif agar warga segera meninggalkan zona rawan. Kami memahami ada warga yang masih ingin menyelamatkan barang, namun risiko bencana susulan masih tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku sempat ragu meninggalkan rumah karena masih banyak barang yang tertinggal.
Namun setelah menerima penjelasan dan pemahaman dari petugas, mereka mulai bersiap mengungsi.
“Kami awalnya ingin bertahan karena masih banyak barang yang harus diselamatkan. Tapi setelah dijelaskan bahayanya, kami mulai bersiap untuk mengungsi,” ujar seorang warga.
Hingga kini, situasi di Dusun Sumbersari masih dipenuhi material vulkanik berupa pasir, bebatuan, dan puing bangunan.
Petugas terus berjaga untuk memastikan masyarakat benar-benar meninggalkan zona rawan.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak