Aksi Warga Ranu Wurung Serang Kantor Polisi Tuai Kecaman. Warga net: Maling Kok Dibela

Foto: Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Untoro
742
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Puluhan warga Desa Ranu Wurung Kecamatan Randuagung, menggeruduk Mapolres Lumajang, Minggu (12/10/2025) malam.

Aksi itu dilakukan, pasca warga setempat inisial 'RH' dinyatakan meninggal dunia di RS Bhayangkara, pasca ditangkap polisi lantaran diduga terlibat aksi pencurian sapi, milik warga Gedang Mas Randuagung Lumajang.

Berujung anarkis, warga mengamuk bahkan merusak sejumlah fasilitas. Tak lama peristiwa itu viral ke beranda sosial media, lantas tuai respon dan beragam tanggapan.

Tak sedikit warga net mengecam. Mendefinisikan warga yang terlibat aksi, merupakan kerabat 'RH' dan patut diduga merupakan komplotan kelompok maling sapi.

"Parah, maling kok dibela," tulis warga net diakun media sosial Facebook, @wiwik R.

Senada warga net yang lain, mendukung kepolisian untuk tidak memberikan nilai tawar pada pelaku kejahatan, yang cenderung membawa keresahan.

"Banyak maling sapi, polisinya disalahkan. Pelaku ditangkap malah didemo. Piye to?," saut akun @Agus.

Diwaktu sebelumnya, mendasari tingkat keresahan warga yang cukup tinggi lantaran maraknya aksi pencurian sapi, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar mengultimatum para pelaku.

Memerintahkan tegas pada anggotanya, untuk menindak tegas sesuai SOP di lokasi, jika tertangkap.

Mengenai peristiwa ini, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Untoro Abimanyu dikonfirmasi media mengiyakan.

Tersangka 'RH' dinyatakan meninggal dunia Minggu sore jam 15.00 wib, di RS Bhayangkara usai mengeluh sakit.

"Paginya tersangka 'RH' mengeluh sakit, mual sehingga penjaga melakukan penanganan, memberikan makanan dan mualnya hilang. Tapi sore hari tersangka kembali mengeluh, dan akhirnya petugas membawa ke RS Bhayangkara, supaya mendapatkan penanganan medis, akan tetapi tak lama meninggal dunia," kata Ipda Untoro.

Disinggung persepsi keluarga tersangka yang menduga jika 'RH' meninggal karena dianiaya, Ipda Untoro sigap merespon.

Menurutnya sah-sah saja apa yang disampaikan keluarga tersangka, dan pihaknya sudah melakukan tindakan.

"Jenazah tersangka tadi dibawa ke RS. Dr. Haryoto untuk diotopsi. Jadi hasil otopsi yang akan menjawab, sabar dulu ya," imbuhnya.

Saat diamankan diwaktu sebelumnya, Ipda Untoro menerangkan jika tersangka 'RH' sempat berusaha kabur dengan melawan petugas, sehingga tindakan kepolisian dilakukan untuk melumpuhkan.

Dilain sisi, atas perbuatannya menggeruduk dan merusak fasilitas Mapolres Lumajang, sedikitnya 18 orang diamankan dan dilakukan pendataan oleh Satreskrim Polres Lumajang.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka peluang kolaborasi dengan GERTANUSA Foundation untuk memperkuat...

MEMOonline.co.id. Jember- Tangis haru tak mampu dibendung Sahari (70), seorang kuli bangunan asal Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember,...

MEMOonline.co.id. Surabaya- Terdakwa Risky Pratama menjadi pihak yang menerima tuntutan paling berat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) terus berkomitmen...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Di tengah pesatnya pembangunan dan arus perubahan zaman, masyarakat diimbau tidak melepaskan akar budaya yang...

Komentar