Foto: Tim
Foto: Tim
MEMOonline.co.id. Lumajang- Para Kepala Desa di Kabupaten Lumajang, dikabarkan berencana mengadakan kegiatan peningkatan kelembagaan desa, koperasi merah putih, dan ketahanan pangan se-Kabupaten Lumajang.
Kegiatan itu, akan dilaksanakan pada 23 s/d 26 Oktober 2025 mendatang. Makin mendekati hari pelaksanaan, kabar itu makin terangkat ke permukaan.
Tak sedikit menuai pro-kontra. Setiap peserta/kepala desa, berdasarkan data dihimpun memoonline, dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp. 15.000.000,00.
Sumber pada memoonline, sempat mengaku bingung dengan besaran biaya dan tenggang waktu yang dianggapnya mepet. "Tadi kumpulan pak, para kades ya bahas ini. Ya bingung uangnya, mepet lagi ndak ikut nanti gimana," ucap sumber, Kamis (9/10/2025) sore.
Sempat juga informasi diterima, biaya kontribusi tiap peserta (kepala desa -red), diambilkan dari anggaran Dana Desa di masing-masing desa.
Sontak publik menilai, jika tindakan itu tak seharusnya dilakukan.
Terlebih saat ini, pemerintah tengah fokus pada pengalokasian anggara yang urgensinya betul-betul tepat sasaran demi kepentingan masyarakat.
Diduga, kegiatan itu hanya dijadikan sebagai pengelabuan, menutupi tujuan dari pada kegiatan, yang hanya sekedar untuk berekreasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN), agar bisa menggunakan anggaran negara bersumber dari rakyat.
Kegiatan itu berkorelasi dengan PT. Bucer Berkah Nusantara, beralamatkan di Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Surakarta - Jawa Tengah, sebagai mitra Training - Consulting.
Pola kemasan terendus. Memoonline.co.id berhasil memperoleh surat yang isinya penawaran dari PT. Bucer ke sejumlah kepala desa di Lumajang ditandatangani, Direktur Utama (Dirut) atas nama Ainur Rohim, M.Hum, M.Si.
Dihubungi melalui saluran seluler, Ainur Rohim nampak merespon cepat.
Namun, responnya terang-terangan jika urusan media, langsung satu pintu ke Ketua Asosiasi Kepala Desa di Kabupaten Lumajang (AKD).
"Untuk media, langsung ke Pak Hanto ya, satu pintu ke Pak Hanto," tuturnya singkat, menyiratkan makna.
Terpisah, Suhanto Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Limajang, hingga berita ini ditayangkan, belum merespon upaya konfirmasi media ini.
Dilansir dari lampiran data dihimpun, kegiatan itu nampak tak sederhana. Melibatkan Kepala Daerah, dan petinggi negara.
Disisi lain, khalayak mengimbau pada pemimpin (kepala desa -red), agar berhati-hati dan waspada pada tindakan yang cenderung rentan pada terjadinya sebuah pelanggaran.
Mengingat, Presiden RI Prabowo Subianto saat ini betul - betul fokus pada program mensejahterakan rakyat dan tegas menghilangkan kegiatan atau aktivitas yang cenderung hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak