Polisi di Jember Tutup Mata, Ancaman Pembunuhan Bos Scincer Ilegal Terhadap Wartawan Nyata di Medsos

Foto: Tangkapan layar postingan berisi ancaman di linimasa akun facebook Ayana Grosir Jember dan reaksi komentar yang muncul.
660
ad

MEMOonline.co.id. Jember- Gerah bisnis gelapnya terus diberitakan, Yana, pemilik Ayana Store yang terafiliasi dengan akun Wb.glow, penjual kosmetik ilegal di marketplace daring, kembali bikin ulah.

Setelah sebelumnya melempar “bola panas” dengan menyebut tokonya dibeli oknum polisi, kini Yana nekat menebar ancaman pembunuhan terhadap wartawan.

Ancaman itu muncul melalui akun Facebook Ayana Grosir Jember pada 18 September 2025.

Dalam unggahannya, akun tersebut menulis: “Persiapan gawe wong seng macem-macem (emoji tertawa)” disertai gambar celurit.

Unggahan tersebut langsung menuai komentar.

Seorang pengguna bernama Lia Dania menulis: “Sipp wawancara iku. Gasakenn gak jelasss.” Komentar itu kemudian dibalas akun Ayana Grosir Jember dengan nada lebih mengancam:

“Laa iyo ganggu uripe wong ae (emoji tertawa) tak tebas gulune pas wkwkwk.” (Artinya: “Iya, ganggu hidup orang aja, langsung gorok lehernya wkwkwk.”)

Wartawan menduga kuat ancaman ini ditujukan kepadanya, lantaran akun tersebut sebelumnya kerap menyindir pemberitaan soal kosmetik ilegal yang ramai di grup Info Warga Jember Official.

Namun saat dicek pada 19 September 2025, postingan bernada ancaman itu sudah dihapus.

Tak berhenti di situ, AYN—inisial pemilik kosmetik jenis bibit booster—juga melontarkan klaim mengejutkan.

Saat dikonfirmasi Kabiro Memo Online Jember, Zainullah, melalui WhatsApp, ia menulis singkat: “Toko saya sudah dibeli anggota Polres.”

Pernyataan itu memunculkan tanda tanya besar.

Pasalnya, tim media sebelumnya menemukan bukti pengiriman rutin kosmetik tanpa izin BPOM dari sebuah outlet ekspedisi di Kecamatan Rambipuji.

Produk yang dipasarkan berupa bibit booster pemutih badan dalam kemasan polos tanpa merek maupun izin edar.

Publik menduga klaim AYN hanyalah alibi untuk cuci tangan di tengah derasnya sorotan.

Namun, jika benar ada oknum polisi yang terlibat, maka dugaan adanya “beking” aparat terhadap bisnis kosmetik ilegal di Jember kian menguat.

Diamnya pihak kepolisian hingga berita ini diterbitkan justru mempertebal kecurigaan publik.

Kini, masyarakat menunggu transparansi aparat penegak hukum: apakah pernyataan AYN sekadar alasan, atau justru membuka tabir keterlibatan oknum penegak hukum dalam bisnis gelap kosmetik ilegal.

Penulis     :    Zainullah

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas)...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mencatat terobosan dalam tata kelola teknologi...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Pintu pagar SMK Kesehatan Nusantara yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan...

Komentar