Foto: Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Kabupaten Sumenep, Sofwan Wahyudi
Foto: Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Kabupaten Sumenep, Sofwan Wahyudi
MEMOonline.co.id. Sumenep- Polemik aliran dana dalam pelaksanaan Madura Culture Festival (MCF) 2025 terus bergulir.
Kali ini, Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Kabupaten Sumenep, Sofwan Wahyudi, angkat bicara dan membantah pernyataan Sugeng yang mengklaim paguyuban menanggung seluruh biaya orkes, panggung, hingga tenda.
Sofwan menegaskan, pihaknya hanya berkomitmen memberikan kontribusi sebesar Rp50 juta untuk mendukung acara.
Dari jumlah itu, Rp40 juta sudah ditransfer melalui rekening PT Pesona Langit Merah, sementara sisanya Rp10 juta masih menunggu iuran dari anggota paguyuban.
“Dana Rp40 juta itu talangan pribadi saya, demi menjaga komitmen dan nama baik organisasi. Jadi tidak benar jika disebut kami menanggung semua biaya panggung hingga tenda,” tegas Sofwan, Kamis (18/09/2025).
Menurutnya, partisipasi paguyuban dalam MCF murni sebagai bentuk kepedulian pengusaha rokok terhadap kebudayaan dan pariwisata daerah, bukan untuk membiayai seluruh kebutuhan festival.
Sebelumnya, Sugeng membantah tudingan adanya pungutan liar. Ia mengklaim, justru paguyuban yang menanggung biaya orkes, panggung, hingga tenda.
“Kalau disebut Rp1 miliar, itu bohong. Tidak ada yang saya makan,” kata Sugeng.
Sugeng juga berdalih biaya operasional festival sangat besar, termasuk pengamanan Rp2,5 juta per malam, kebersihan, hingga kebutuhan teknis lainnya.
Ia menepis anggapan sponsor mengalir dalam jumlah besar, bahkan menyebut kontribusi sponsor relatif kecil: RSUD Rp500 ribu, SKK Rp2,5 juta, dan Kangean Energi Rp5 juta.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak