RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hanya Disebut Nyumbang Rp500 Ribu, Komisioner BAZNAS Sugeng Ibarat “Telanjang di Tengah Jalan”

Foto: Kegiatan MCF dan Komisioner BAZNAS Sumenep
607
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pernyataan Komisioner BAZNAS Sumenep, Sugeng, soal minimnya dukungan sponsor untuk Madura Culture Festival (MCF) 2025 kini menjadi sorotan publik. Sugeng menyebut RSUD dr. H. Moh. Anwar hanya berkontribusi Rp500 ribu untuk acara tersebut.

“Sponsor pun kecil, RSUD hanya Rp500 ribu, SKK Rp2,5 juta, Kangean Energi Rp5 juta,” dalih Sugeng, sembari menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan panitia bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan menutup kebutuhan operasional festival.

Namun, pernyataan itu justru membuat Sugeng bak “telanjang di tengah jalan” karena berhadapan dengan fakta yang berbeda di lapangan. Berdasarkan penelusuran tim media, informasi beredar menyebut RSUD sebagai OPD pengampu justru menyumbang hingga Rp20 juta, jauh dari klaim Sugeng.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Elliyati, memang enggan menyebutkan secara gamblang nominal sumbangan yang diberikan pihaknya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya merupakan salah satu institusi pengampu dalam kegiatan MCF 2025.

“Tidak apa-apa meski saya disebut tidak menyumbang ke acara itu. Tapi perlu teman-teman tahu, kami adalah salah satu pejabat pengampu,” jelas dr. Elliyati singkat.

Kontradiksi ini semakin mempertebal dugaan adanya manipulasi informasi terkait arus dana MCF 2025. Publik pun makin curiga, karena di balik narasi “sponsor kecil” yang digaungkan Sugeng, justru tersimpan aliran dana yang nilainya jauh lebih besar.

Bahkan informasi terbaru yang diterima Tim media, sumbangan dari paguyuban pengusaha Rokok yang nilainya Rp 40 juta, masih tersisa 10 juta.

Karena paguyuban dikabarkan siap menyumbang Rp 50 juta kepada acara MCF, dari total permintaan panitia Rp 3 juta per pengusaha rokok yang jumlahnya sekitar 73 pengusaha.

Kini, mata publik tertuju pada transparansi panitia MCF 2025 dan oknum di balik dugaan pungutan yang mencoreng nama baik Pemkab Sumenep.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung di udara wilayah Kecamatan Klakah dan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang,...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batu terus memperkuat peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dengan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (D-PUTR) terus melakukan langkah guna menunjang...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Momentum Halalbihalal Makayasa bersama insan media di Ayoka Cafe, Rabu (8/4/2026), menjadi titik awal pemaparan roadmap...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Badai dugaan jual beli kios dan los di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, dalam tahap penyelidikan Kejaksaan Negeri...

Komentar