Foto : Aula/Kantor Perkebunan PT. Kalijeruk Baru
Foto : Aula/Kantor Perkebunan PT. Kalijeruk Baru
MEMOonline.co.id, Lumajang- Perkebunan PT. Kalijeruk Baru Kecamatan Randuagung, terus menjadi momok pembicaraan, merunut sejumlah persoalan yang mendera.
Media ini sengaja datang ke aula kantor perkebunan PT. Kalijeruk Baru di Desa Ranu Logong Kecamatan Randuagung - Lumajang, Selasa (5/8/2025) siang.
Masuk dari akses jalan Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung, melewati jalur bebatuan (kawasan perkebunan) tim akhirnya tiba di tujuan. Area kantor/aula, dikenal masyarakat dengan sebutan Besaran.
Nampak beberapa orang berlalu lalang, memandang serius kedatangan tim media, menganggap kedatangan orang asing.
Beberapa saat pasca tim media berhenti dan turun dari kendaraan, ada salah seorang pria mengaku yang dituakan di lingkup perkebunan, menanyakan apa maksud dan tujuan datang ke perkebunan.
"Ada yang bisa kami bantu pak?," ucapnya membuka sapa.
Pria itu mengenakan kemeja berlogo perkebunan di dada sebelah kanan, sementara di dada sebelah kiri bertuliskan nama Budi. Pertemuan berkesesuaian dengan data dihimpun media ini, sebelumnya sumber menyebut nama Budi, sebagai mandor.
Ditanya adakah Mayo Walla Dirut Perkebunan PT. Kalijeruk Baru, pria itu menjawab jika yang bersangkutan tidak ditempat. "Tidak ada pak," katanya.
Dilokasi perkantoran perkebunan PT. Kalijeruk Baru, media juga melihat alat berat yang dihari sebelumnya, membajak lahan, diduga menyerobot lahan garapan warga yang ditanami singkong.
Menariknya, sesaat berbincang, pria (Budi -red) disusul sekitar tujuh orang rekannya, yang mengaku tinggal di kawasan perkantoran perkebunan. Kompak menanyakan dari mana tim media berasal.
Tim media menelisik, indikasi atau dugaan pelanggaran yang dihimpun. Dihari yang sama, berlangsung pembagian gaji pekerja yang turut menjadi sorotan.
Melintas di kawasan tebu, media bergegas menuju pintu keluar, melintas di Desa Salak. Di pintu keluar, nampak pria paruh baya, duduk di pos bersuara lantang. "Dari mana ?," ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, merunut alur peristiwa dan menemui sejumlah pihak, media berhasil menghimpun sejumlah indikasi, di luar persoalan alih fungsi lahan yang koni getol dipersoalkan.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak