Foto: Pelaku saat di amankan polisi
Foto: Pelaku saat di amankan polisi
MEMOonline.co.id, Jember- Dalam beberapa hari terakhir, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite melanda sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan terutama Kabupaten Jember.
Ironisnya, di tengah krisis BBM tersebut, aparat kepolisian justru membongkar praktik penimbunan yang memperparah kondisi.
Sebanyak delapan orang diduga sebagai tengkulak Pertalite dan Solar berhasil diamankan.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra melalui Kasi Humas Polres Jember, Ipda M. Zazim, mengungkapkan bahwa para pelaku melakukan aksi penyalahgunaan BBM di wilayah Kecamatan Bangsalsari.
"Kondisi kelangkaan ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membeli BBM secara berlebihan, lalu dijual kembali dengan harga jauh di atas harga resmi, yakni antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per liter," ujar Zazim, Rabu (30/7) dini hari.
Adapun kedelapan pelaku berinisial HL (40), warga Kecamatan Rambipuji; JL (50), MJB (26), AW (22), dan PJ (60), warga Kecamatan Bangsalsari; MJH (30), warga Probolinggo; serta RDS (20) dan SC (40), warga Kecamatan Ajung, Jember.
Modus yang digunakan cukup rapi. Para pelaku menggunakan sepeda motor bertangki besar (tander) untuk membeli Pertalite dalam jumlah banyak di SPBU.
BBM kemudian dipindahkan ke jeriken dan dimuat ke mobil untuk dijual kembali secara eceran.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:
1 unit mobil Daihatsu Sigra P-1259-LB
5 unit sepeda motor
5 jeriken ukuran 20 liter
2 jeriken ukuran 5 liter
1 drum ukuran 25 liter
1 galon air mineral
4 selang bensin
2 corong plastik
120 liter BBM jenis Pertalite
Saat ini, seluruh pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolres Jember guna penyelidikan lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan karena akan berdampak pada distribusi BBM secara umum.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak