Foto: Kondisi Antrian di SPBU Pakusari Mayang Selasa (29/07/2025)
Foto: Kondisi Antrian di SPBU Pakusari Mayang Selasa (29/07/2025)
MEMOonline.co.id, Jember- Krisis BBM yang melanda Kabupaten Jember dimanfaatkan oleh sejumlah tengkulak nakal untuk meraup keuntungan besar. Warga mengeluhkan harga Pertalite eceran yang dijual hingga Rp50 ribu per botol, jauh di atas harga normal.
Keluhan ini ramai disuarakan warga melalui berbagai media sosial, terutama di grup Facebook Info Warga Jember Official. Seorang pengguna akun, Naufa dan Kafa, menulis bahwa para pengecer dadakan kini antre BBM menggunakan mobil lalu menjualnya kembali dengan harga selangit.
"Eng garai gak normal iku pengecer-pengecer dadakan seng antri gawe mobil terus dijual satu botol Aqua Rp30–50 ribu," tulisnya.
Komentar serupa juga muncul dari akun Berry Purnama dan Jci Irianto Hatta. Warga menilai, praktik semacam ini merupakan bentuk pemerasan.
"Boleh ngencer, tapi sewajarnya. Kalau sampai Rp30 ribu per liter itu sudah keterlaluan," keluh Jci.
Tak hanya soal harga, maraknya pengecer dadakan juga menjadi sorotan. Warga meminta agar SPBU mencatat plat nomor kendaraan pembeli agar tidak terjadi penimbunan.
"Sekarang banyak yang jual bensin dadakan. Saran saya, setiap isi bensin, petugas SPBU tulis plat nomor mobilnya. Biar gak bolak-balik antre terus,” tulis akun Deby Feby.
Fenomena serupa juga ramai di platform TikTok, salah satunya di kolom komentar akun resmi media Zona Indonesia. Warganet dengan akun @maulana.jok0 menyebutkan, “Bener, ada yang jual Rp30 ribu per botol.”
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus terus berupaya memenuhi kebutuhan BBM masyarakat. Sebanyak 86 unit truk tangki dikerahkan dari berbagai wilayah seperti Malang, Surabaya, dan Madiun.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa perubahan jalur distribusi menjadi salah satu tantangan utama setelah penutupan Jalur Gumitir.
“Round Time Hours (RTH) yang semula 4 jam kini menjadi 11 jam. Maka, untuk menghindari mobil tangki terjebak macet di Ketapang, kami melakukan alih suplai dari Instalasi Surabaya Group dan Fuel Terminal Malang,” jelasnya.
Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Satlantas dan Polres untuk mengutamakan kendaraan pengangkut BBM dan LPG selama masa darurat distribusi ini.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak