Sosok dr. Erliyati Bukan Cuma Sekadar Direktur, Melainkan Hati dari RSUD Sumenep

Foto: (Dok.) dr. Erliyati, Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep
554
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Sosok dr. Erliyati dinilai masih sangat dibutuhkan di jajaran kepemimpinan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Perempuan tegas dan humanis ini dianggap sukses mentransformasi pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung hati masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan pelayanan publik, dr. Erliyati tampil dengan gaya kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, efisiensi kerja, dan solusi konkret.

Tak heran jika ia mendapat dukungan luas dari tenaga medis, staf internal, hingga masyarakat umum.

“Selama beliau menjabat, pelayanan jadi lebih cepat, tenaga medis lebih ramah, dan sentuhan empatinya sangat terasa,” ujar Rifki, seorang aktivis asal Sumenep, Minggu (27/7/2025).

Sejumlah pegawai RSUD pun menyuarakan harapan agar dr. Erliyati tetap melanjutkan kepemimpinannya.

Bagi mereka, ia bukan sekadar direktur, tapi pemimpin inspiratif yang membangun sistem kerja profesional, terbuka, dan saling menghargai.

“Beliau bukan hanya direktur, tapi juga inspirator. Kami masih sangat membutuhkan beliau,” kata seorang perawat senior.

Para dokter juga menyoroti perubahan positif di lingkungan kerja. Dulu, komunikasi dengan atasan kerap terasa kaku. Kini, menurut mereka, suasana jauh lebih terbuka dan bersahabat.

“Beliau sering turun langsung ke lapangan. Kami merasa dihargai sebagai mitra, bukan bawahan,” ungkap seorang dokter spesialis.

Kepemimpinan dr. Erliyati juga dinilai berhasil menyeimbangkan profesionalisme dengan nilai etika. Keputusan medis dan administratifnya selalu berpijak pada integritas, bukan formalitas.

“Beliau tak memimpin dengan tangan besi, melainkan dengan empati dan keteladanan,” imbuh dokter lainnya.

Dukungan agar ia tetap menjabat tak hanya datang dari tenaga medis, tetapi juga puluhan perawat dan pegawai nonmedis.

Bahkan, beberapa di antaranya menyatakan siap menyampaikan aspirasi resmi ke pemerintah daerah jika ia mundur.

“Jangan sampai karena dinamika birokrasi, kita kehilangan pemimpin yang bekerja sepenuh hati,” ujar salah satu staf administrasi.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun sinyal dari internal rumah sakit jelas: dr. Erliyati masih sangat dibutuhkan untuk melanjutkan transformasi yang telah ia mulai.

Rekam jejaknya telah meninggalkan kesan kuat. Ia bukan hanya pejabat, tetapi teladan yang membawa perubahan nyata.

Di bawah kepemimpinannya, pelayanan menjadi lebih cepat, budaya kerja lebih manusiawi, dan rumah sakit terasa lebih hangat bagi semua kalangan.

Dalam benak banyak orang, nama dr. Erliyati telah melekat sebagai simbol transformasi rumah sakit berbasis hati dan profesionalisme.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Batu melantik 33 pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Kota Batu, pada Minggu...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Satreskrim Polres Lumajang Jawa Timur, berhasil mengungkap aksi pencurian motor milik warga Candipuro di teras IGD...

MEMOonline.co.id. Jember- Warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, dibuat heboh setelah sebuah motor diduga dicuri. Tanpa...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kasus pengeroyokan yang menimpa Senemi (59) warga Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Lumajang, polisi mengamankan dua...

Komentar