Kepercayaan Publik Terhadap UNIBA Madura Diujung Tanduk, Pasca Polemik Korupsi, Pelecehan Hingga Kasus Narkoba

Foto: Tampak dari depan kampus UNIBA Madura
1078
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menjadi pusat perhatian setelah berbagai skandal mencoreng citra kampus yang pernah dianggap sebagai ikon pendidikan di Madura.

Dimulai dari vonis 2,5 tahun penjara terhadap pendirinya, Achsanul Qosasi, terkait suap Rp 40 miliar dalam proyek BTS 4G, UNIBA kini menghadapi dua kasus baru yang melibatkan sivitas akademiknya.

Seorang mahasiswi berinisial LL melaporkan seniornya, YP, atas dugaan pelecehan seksual.

Kejadian ini diduga terjadi pada Agustus 2024, namun baru dilaporkan ke Polres Sumenep pada 17 Desember 2024.

Selain itu, dua mahasiswa UNIBA juga ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan pil ekstasi.

Rektor UNIBA, Rahmad Hidayat, menyatakan bahwa pihak kampus menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat hukum.

"Kami tidak bisa memberikan komentar lebih jauh karena sudah masuk ranah hukum," ujarnya.

Beragam skandal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang tata kelola dan komitmen UNIBA dalam menjaga integritas serta keamanan lingkungan akademik.

Kepercayaan publik terhadap institusi ini kini di ujung tanduk.

Penulis     :   Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

MEMOonline.co.id. Sumenep- RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memperkuat sistem validasi data pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya tuntutan...

Komentar