Foto: Ketua KPU Kabupaten Lumajang Henariza Febriadmadja (sumber: google).
Foto: Ketua KPU Kabupaten Lumajang Henariza Febriadmadja (sumber: google).
MEMOonline.co.id, Lumajang- Pasca disorot media, Ketua KPU Kabupaten Lumajang Henariza Febriadmadja, blokir nomor WhatsApp Wartawan, Rabu (18/12/2024).
Diketahui, pesan konfirmasi dikirim guna menyeimbangkan informasi, sesuai kode etik jurnalistik, berujung tak terhubung. Sebelumnya dikonfirmasi, pria yang kerap disapa Febri itu, memang enggan merespon tanya media.
Diketahui, Febri dilaporkan ke DKPP atas dugaan tindak asusila. Menjadi sorotan lantaran peristiwa itu, bermula dari penggerebekan di kediamannya, di Perum Grand Zam-zam, Desa Labruk Lor Lumajang November kemarin.
Surat ke DKPP, dengan 002/02/RT.06/2024 ditandatangani Mashudi Ketua RT 06 RW 01 Desa Labruk Lor Lumajang. Pasangan menjadi pemicu aksi warga itu, oknum staf Bawaslu Lumajang inisial 'L'.
Serupa menutup akses media untuk meminta tanggapan, bahkan meluruskan, Ketua Bawaslu Lumajang Lutfia, hingga hari ini bungkam, terkesan ingin menutupi.
Terpisah, Kepala Desa Labruk Lor Lumajang Abdulah, mengiakan. Kata Kades, penggerebekan Ketua KPU dan oknum staf Bawaslu itu benar adanya. Namun, ia tak menjelaskan detailnya, lantaran saat kejadian, kades mengaku tengah berada di Surabaya.
"Waktu itu pak RT tak suruh klarifikasi ke balai desa, saat penggerebekan itu RT nya ada di Surabaya. Menurut pak RT yang grebek waktu itu ibu - ibu, kalau desa tidak tau sama sekali dan yang tau ceritanya itu pak RT namun pak RT sendiri tidak tau pas kejadiannya hanya dilapori ibu - ibu," kata Kades dilansir dari laman wartapost.
Ditanya soal surat ke DKPP, Kades Labruk Lor pun mengiakan. "Pak RT juga sudah kirim surat ke DKPP," imbuhnya.
Kutipan surat warga ke DKPP, Ketua KPU dinilai mencederai marwah penyelenggara pemilihan umum. Kian menambah catatan kelam Kabupaten Lumajang, dengan perilaku beberapa oknum pejabat publik lainnya, dengan dugaan tindakan asusila.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak