Kepala Satuan Tugas (Satgas) Nusantara, Kepolisian RI, Inspektur Jenderal, Gatot Edi Pramono.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) Nusantara, Kepolisian RI, Inspektur Jenderal, Gatot Edi Pramono.
MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambun Selatan - Kabupaten Bekasi sebagai salah satu wilayah yang memiliki kawasan industri terbesar, tentu akan menjadi daya tarik bagi orang luar daerah untuk datang.
Mengacu dari berbagai kejadian aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia pada waktu yang lalu, kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar perlu dibangun dan ditingkatkan untuk mengantisipasi aksi terorisme dan radikalisme terjadi lagi.
Masyarakat juga perlu waspada terhadap pendatang baru di lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Satuan Tugas (Satgas) Nusantara, Kepolisian RI, Inspektur Jenderal, Gatot Edi Pramono.
“Karena ini bukan pekerjaan Polisi semata melainkan pekerjaan kita bersama. Oleh karena itu pihaknya menghimbau agar seluruh masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga wilayahnya dari potensi timbulnya gangguan-gangguan ini,” kata Gatot saat acara Tabligh Akbar dan berbuka puasa bersama di Masjid Al Ikhlas, Dukuh Bima, Tambun Selatan, Senin (28/5/2018).
Dicontohkan salah satu peran serta masyarakat seperti mengintensifkan kegiatan Siskamling, melaporkan para pendatang baru yang datang atau mengontrak ke ketua RT/RW setempat untuk kemudian diteruskan kepada Kepala Desa.
Lalu, lanjut Gatot, bila ditemukan orang-orang yang mencurigakan, laporkan dan komunikasi dengan aparatur semisal Babinsa maupun Babinkamtibmas wilayah setempat.
Irjen. Gatot juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh berita hoaks di media sosial dan masyarakat juga harus lebih bijak dalam bermedia sosial dengan mengecek kebenaran informasi yang diterima.
“Hoax ini sangat berbahaya apalagi yang menyangkut isu-isu sensitif seperti Suku, Agama, Ras dan Antar golongan karena bisa memecah belah bangsa,” tegasnya.
“Oleh karena itu kita harus cek dan mengklarifikasi terlebih dahulu informasi yang kita terima. Jangan percaya begitu saja. Kita tabayun baru kita share tetapi kalau ragu ya sebaiknya jangan,” pungkas Gatot. (Bam/Diens).