Bupati Sumenep Mengapresiasi Gelaran Kontes Sapi Pada HUT Sape Sono' Neter Kolenang

Foto: Kontes Sapi Sono' di Lapangan Banasare, Rubaru, Sumenep, Sabtu. (01/06/2024).
1917
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Paguyuban Neter Kolenang Foundation menggelar kontes budaya sape sono' di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu. (01/06/2024).

Menjadi hal lumrah keberadaan sapi sono' bagi masyarakat di wilayah Madura, sebab sapi sono' adalah salah satu kekayaan warisan leluhur yang menjadi kebudayaan sehingga lekat dan dekat dengan masyarakat, seperti bagi kehidupan masyarakat di Kecamatan Rubaru.

Paguyuban Neter Kolenang Foundation terbilang sukses menggelar kontes sapi sono' sebab mampu menyatukan paguyuban-paguyuban lain berpartisipasi sehingga puluhan pasang sapi dari berbagai paguyuban tersebut bisa saling menunjukkan laga ciamik di lapangan dengan aksesoris yang dipasangkan pada sapi-sapi tersebut.

Hal itu membuat bangga sekaligus mendapat apresiasi dari Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsojudo yang menghadiri kegiatan tersebut dan berbaur dengan masyarakat. Dalam sesi sambutannya, Bupati Sumenep mengatakan bagaimana keberadaan sapi sono' yang menjadi budaya masyarakat khususnya di Pulau Madura tidak hilang dan tidak punah.

"Yang terpenting dalam kegiatan seperti yang kita saksikan hari ini adalah untuk merangsang masyarakat untuk juga bisa memelihara sapi," kata orang nomor satu di Sumenep, Sabtu. (01/06/2024).

Kontes sapi sono' yang digelar Paguyuban Neter Kolenang Foundation ini adalah kontes kecantikan sepasang sapi betina yang diapit dengan pangonong, lalu berjalan mengikuti instruksi pawang dengan diiringi musik saronen.

Bupati Fauzi mengatakan pentingnya sebuah paguyuban yang konsisten hingga saat ini menjadi jembatan sehingga dapat memelihara tradisi sekaligus kebudayaan yang sudah diturunkan berpuluh-puluh tahun oleh para leluhur.

"Kalau tidak ada penggeraknya maka tidak akan ada sapi sono' seperti yang terlaksana saat ini," lanjutnya.

Sapi yang berhasil memenangkan kontes ini menjadi sapi dengan harga yang tinggi dan menjadi kebanggaan terutama bagi pemiliknya.

Selain itu, bisa dikatakan bahwa kontes ini mengurangi kecenderungan seleksi negatif karena prinsip dasar dari sapi sono adalah penerapan seleksi ternak, pembibitan atau yang disebut dengan istilah sapi breeding.

"Karena sapi sono' ini berbeda dengan sapi pada umumnya. Terus sapi sono' ini juga dilatih dan nilai jualnya pasti berbeda," lanjut Bupati Fauzi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepala Desa (Kades) Kecer, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, sekaligus Ketua Paguyuban Neter Kolenang Foundation, Matlani mengatakan, terlaksananya kontes sapi sono' ini mencakup banyak aspek. Salah satunya yaitu pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Banyak yang terlibat dari kontes sapi sono' ini, baik pelaku seni, pengrajin, tukang kayu apalagi pedagang sapinya. Jelas dapat meningkat untuk harga jual sapi lokal di Madura," ucap Matlani.

Penulis     :   Elok Andriani

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah...

MEMOonline.co.id. Jember- Kabar membahagiakan untuk KPM karena stimulus bantuan kembali disalurkan oleh pemerintah Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Pemerintah Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Rokok MAKAYASA di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara terus memperkuat jaringan pemasaran melalui program bertajuk...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebanyak 18 siswa TK Al Hidayah Kaliwates, Kabupaten Jember, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu program Makanan...

Komentar