Puskesmas Torjun Tolak Pasien, Ini Kata Kadinkes Sampang

Foto : Kadinkes Sampang Abdullah Najich (dua dari kanan) saat press release di kantor Dinkes Sampang
1234
ad

MEMOonline.co.id, Sampang- Penolakan pasien balita asal desa Tanah Merah, Kecamatan Torjun oleh pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur viral.

Dengan viral nya pemberitaan penolakan pasien tersebut mendapatkan tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang Abdullah Najich.

Kata dia, pasien itu tidak ditolak, bahkan pasien sempat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas.

"Pasien sempat dilakukan pemeriksaan suhu," kata Abdullah Najich saat press release di kantor Dinkes Sampang, Senin (18/3/2024).

Kata dia, pasien tidak bisa dirawat di Puskesmas Torjun, karena memang kondisi saat itu penuh. Memang ada 2 bad atau kasur yang kosong di UGD, oleh keluarga pasien 2 bad itu dianggap ada.

"Padahal 2 kasur itu buat jaga jaga pasien kedaruraratan," ungkap dia.

Lebih lanjut Najich menjelaskan, pihaknya sudah menjelaskan kepada keluarga pasien bahwa bisa dirawat inap secara vertikal atau horizontal.

"Artinya bisa dirawat di Puskesmas sekitar, atau langsung ke RSUD Sampang," pungkas Najich.

Terpisah, Hj Matun nenek pasien saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang dikatakan Kadinkes Sampang itu tidak benar. 

Yang terjadi di lapangan, pasien tidak dilakukan pemeriksaan, bahkan tidak ditanya apa apa oleh petugas di Puskesmas Torjun dan disuruh pulang.

"Sudah pulang aja," kata Matun menirukan kata kata petugas di Puskesmas Torjun.

Melihat kondisi pasien sudah gemetar kata Matun, pihak keluarga memutuskan untuk membawa pasien ke Puskesmas Kamoning.

"Agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, pihak keluarga memutuskan membawa pasien ke Puskesmas Kamoning," ucap dia.

Hj Matun menambahkan, setelah dibawa ke Puskesmas Kamoning, baru ada tindakan, analisa sementara cucu saya mengalami infeksi. Infeksinya sampai 25 ribu. Padahal normalnya 10 ribu.

"Kami kecewa pelayanan Puskesmas Torjun, tolong jangan diulangi lagi, kasihan pasien yang mau berobat kesana," pungkas dia.

 

Penulis : Fathur

Editor : Udiens

Publisher : Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jember- Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember turun langsung ke Desa Selodakon,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh perusahaan rokok (PR) lokal memaksimalkan penyerapan...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA...

MEMOonline.co.id. Lumajang- ‎Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan media digital, perundungan, hingga...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Persetujuan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk...

Komentar