Foto: Suasana Suroan di padepokan Odgj
Foto: Suasana Suroan di padepokan Odgj
MEMOonline.co.id. Jember - Hari pertama dalam kalender Islam dan kalender Jawa jatuh pada hari berbeda.
Tahun baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriah jatuh pada Rabu (19-7-2023), sedangkan tahun baru Jawa 1 Sura 1957 (Jimawal) jatuh pada Kamis (20-7-2023).
Meski kedua kalender ini sama-sama termasuk penanggalan Bulan, masing-masing kalender memiliki aturan tersendiri.
Sebagai produk budaya yang tidak banyak digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari, aturan dalam kalender Islam dan kalender Jawa kurang dipahami masyarakat.
Penggunaan kedua kalender itu memang terbatas, hanya pada kelompok masyarakat tertentu atau pada momen-momen tertentu terkait waktu ibadah atau ritual keagamaan.
Selain terbatas penggunaannya, masyarakat juga jarang melihat atau memperhatikan kalender Jawa dan kalender Islam yang biasanya disatukan dengan kalender Masehi dalam ukuran angka atau keterangan yang lebih kecil.
Seperti halnya yang di lakukan tepatnya di hari ke 5 setiap tahun baru islam 1 Muharram 1445 Hijriyah ( SUROAN ) oleh Padepokan Dandan Rogo Jiwo ( ODGJ ) Pimpinan Wawan Hariono yang akrab di panggil Gus Hari yang beralamat di Dusun Sariono Rt.09 Rw. 003 Desa Sarimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jember Jawa Timur. ( 24-7-2023 ).
"Kita memang rutin setiap tahun di bulan Muharram 1445 Hijriyah ( SUROAN ) maksud dan tujuannya agar kita bisa saling membersihkan jiwa dan raga kita dan mendoakan Negara kita agar selamat dari Bencana apapun," Ucap Gus Hari.
Saiful dari Kabupaten Sidoarjo salah satu bagian keluarga dari Padepokan Dandan Rogo Jiwo setiap tahunnya juga mesti hadir di acara suroan di hari ke 5 bulan Muharram 1445 Hijriyah ini dengan rombongannya.
Acara ini juga di hadiri masyarakat lingkungan sekitar Padepokan Odgj bahkan sampai tetangga desa dalam sambutannya Gus Hari menyampaikan Tausiyah Tausiyahnya agar kita saling menjaga kerukunan antar umat juga tetangga.
Acara tahun baru islam ( SUROAN ) malam ini di tutup dengan Do'a dan makan bersama tak lupa dalam adat jawa di lengkapi dengan makan Jenang Suro yang terbuat dari beras putih yang di atasnya di campuri dengan irisan telur dan serundeng.
Penulis : Zainal Arifin
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak