Implementasi Pj Bupati Bekasi di Momentum Hari Lahir Pancasila

Foto: Dani Ramdan
1892
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni tentu saja harapannya sebagaimana tertuang dalam amanat Presiden Republik Indonesia yang saya bacakan, agar Pancasila itu tidak hanya dihafal, didengar dan diwacanakan tetapi dimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu implementasi konkret yang kita lakukan hari ini adalah kita bersilaturahmi dengan beberapa tokoh dan jajaran setelah upacara untuk merefleksi, mengevaluasi apakah dalam praktek kita bermasyarakat dan bernegara di dalam masyarakat ini sudah betul-betul menjalankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi tapi sebagian besar rasanya kita sudah konsisten menjalankan itu, namun tentu saja kami sebagai generasi yang lebih dulu yang saat ini diberikan amanat sebagai pemimpin harus menjadi tauladan agar generasi penerus bisa melanjutkan keteladanan ini dan terus melestarikan Pancasila di Kabupaten Bekasi, tidak hanya sebagai wacana tapi sebagai norma dalam kehidupan sehari-hari.

"Dalam diskusi tadi, kami kupas satu persatu apakah kita sudah mempraktekkan sila pertama," ujarnya.

"Wah … disini animo masyarakat dalam menjalankan ibadah luar biasa. Baik Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lainnya. Tetapi implementasi lainnya adalah misalnya menjaga perkataan tidak fitnah, tidak mengadu domba, itu perlu diperbaiki," ungkapnya.

Kedua, sila kemanusiaan. Masyarakat disini saling gandrung memberi santunan kepada yatim dan memelihara fakir miskin dan lain sebagainya.

"Tinggal itu ditingkatkan agar tidak ada lagi stunting, kemiskinan dan pengangguran," katanya.

Ketiga, Persatuan Indonesia. Walaupun berbeda pendapat dan keinginan tapi kita harus bersatu dan menjaga kesatuan.

Yang keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan seterusnya…

"Setiap ada perbedaan kita tempuh jalan musyawarah dulu sehingga tidak ada lagi penekanan-penekanan dengan pergerakan massa misalnya," jelasnya.

Dan kelima, keadilan sosial. 

"Bagaimana kaum minoritas dan kaum yang termarjinalkan, yang lemah itu kita lindungi bersama," tegasnya.

Sudah banyak dipraktekkan. Apapun yang kita bangun disini (Bekasi) adalah hasil gotong royong bukan hanya pemerintah. Perumahan, jalan, pemukiman, infrastruktur, kegiatan sosial, kesehatan dan lain sebagainya, ada yang dibangun swasta, masyarakat dan dikontribusi oleh berbagai pihak.

"Saya kira ini sudah berjalan, tinggal kita perkuat dan permanenkan," tegas Dani Ramdan, yang telah ditunjuk sebagai Pj. Bupati Bekasi untuk kali ketiganya ini memungkasi.

Penulis    : Bambang

Editor      : Udiens

Publisher : Syafika Auliya

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar