Foto: Dominggus Yable
Foto: Dominggus Yable
MEMOonline.co.id, Jakarta - Penting untuk diketahui publik secara utuh bahwa Ibu Hj. Mengawati Soekarnoputri adalah Presiden Republik Indonesia ke-5 yang begitu sangat aktif membela hak-hak dasar perempuan di Indonesia, terlebih khusus bahkan dunia, atau yang dikenal dengan Kesetaraan Gender.
Dan untuk lebih optimal dalam pencapaian kesetaraan gender, perlu pula dilakukan penyempurnaan perangkat hukum dalam melindungi setiap individu dan ketersediaan data serta peningkatan partisipasi masyarakat.
"Tujuannya sebenarnya cukup sederhana, yakni agar semuanya seimbang, setara, adil dan wujud impian kita semua," ujar Dominggus Yable Repdem Provinsi Papua Barat, Minggu (26/2/2023) sore.
"Mengenai Ibu Megawati Soekarnoputri yang dilaporkan soal ibu-ibu pengajian, menurut saya, pernyataan Ibu Megawati merupakan ajakan agar pengajian lebih maju. Bukan melarang atau mengajak ibu-ibu untuk tidak mengikuti pengajian," jelas Dominggus Yable.
Menurut Dominggus, sebenarnya pernyataan Ibu Megawati Soekarnoputri yang disampaikan dalam acara Kick Off Meeting Pancasila yang bertemakan "Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual Pada Anak Dan Perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), serta Mengantisipasi Bencana beberapa waktu lalu sebenarnya tidak melarang pengajian.
"Sekali lagi, menurut saya, Ibu Megawati sama sekali tidak melarang atau menganggap negatif Ibu-ibu ke pengajian, melainkan pernyataan Ibu Megawati, jelas saya menduga bahwa hanya dipolitisir saja," sebut Dominggus Yable.
Sebenarnya, terang Dominggus, juga harus diketahui dan dipahami bahwa pengajian yang berkemajuan itu harus mampu melakukan gerakan-gerakan advokasi dan pemberdayaan khususnya pada perempuan dan anak.
"Inilah pengejawantahan Pancasila dalam tindakan yang sejatinya dapat dilakukan dalam pengajian yang berkemajuan, terutama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Apalagi Indonesia adalah negara yang jelas mayoritas muslim," tutur Dominggus.
Dominggus Yable yang juga aktivis Asal Tanah Papua ini juga menilai bahwa sosok Megawati Soekarnoputri adalah satu-satunya tokoh perempuan berpengaruh di Indonesia bahkan dunia.
"Karena setiap kata atau kalimat yang diutarakan sudah jelas dan pasti menjadi perbincangan publik. Itu jelas benar. Hanya saja jangan dipolitisir karena itu hanya akan memperkeruh keadaan dan hanya membuat kegaduhan saja," ucap Dominggus.
Kita semua, lanjut Dominggus, mengetahui bahwa Megawati Soekarnoputri saat ini adalah Ketua Umum dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang notabene partai penguasa di Indonesia.
"Jelas akan dijadikan sasaran tembak oleh kaum oposisi yang lebih suka mempolitisir serta melakukan framing untuk memperkeruh keadaan. Apalagi PDIP adalah sasaran utama gerbong oposisi mengingat momentum Pemilu 2024," ungkap Dominggus.
"Berhentilah melakukan framing, berhentilah memperkeruh keadaan dan berhentilah mempolitisir pernyataan Ibu Megawati Soekarnoputri," tegas Dominggus.
"Dan ciptakanlah dunia, dimana semua orang merasa aman, merasa nyaman, damai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta didiklah rakyat Indonesia melalui pendidikan politik dan demokrasi yang bermoral juga bermartabat menuju Indonesia Emas 2045 (100 Tahun Indonesia Merdeka)," pungkas Dominggus Yable.
Penulis : Bambang
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliya