Ketua GAPURA: Pemkab Pamekasan Mandul, DPRDnya Bencong

Foto PDAM Pamekasan
1723
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Terkait dengan rencana pemisahan Air Mineral Adeni dengan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, beberapa bulan yang lalu, yang sampai saat ini masih belum menemukan titik temu, akhirnya disemprot Ketua Pemuda Madura (GAPURA), Senin (16/04/2018).

Tak kunjung usai proses perubahan itu, lantaran adanya peraturan baru setelah Perda (Peraturan Daerah).

Lantaran tak segan dengan berbagai macam alasan itu, Ketua GAPURA, Abd. Razak mengatakan, bahwa itu harus segera dilakukan, karena untuk saat ini Air Mineral Adeni tak menambah pendapatan daerah.

"Harusnya Adeni menambah pendapatan daerah, tidak bisa sama sekali laporan dari PDAM yang merugi terus. Harusnya Adeni menegementnya sendiri dan harus ada target dalam produksi Dan distribusinya. Jadi pertanggung jawabbannya tidak melulu merugi," kata Razak, saat dimintai nama melalui facebook.

Selain itu, Razak juga menuding Dewan Kabupaten Pamekasan bencong dan Pemkab Mandul.

"Dewan itu kayak bencong, kalau di depan Wartawan sama LSM yang bicara jeleknya. Tapi kalau duduk bareng kayak orang pacaran, makannya minta disuapin," tuturnya.

"Pemkab Mandul, karena DPRDnya Bencong," pungkasnya. (Faisol)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar