Lakukan MoU dengan Pemkab Bangkalan, PT Garam Akan Genjot Potensi Garam di Bangkalan

Foto : MoU pemkab Bangkalan dengan PT Garam
1134
ad

MEMOonline.co.id, Bangkalan  - PT Garam bersama Pemerintah Kabupaten Bangkalan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengembangkan potensi garam yang ada di Bangkalan.

Direktur PT Garam, Ahmad Hardiyanto mengatakan MoU ini dilakukan untuk melihat, melindungi dan membesarkan petambak garam yang ada di Bangkalan. Sebab, selama ini hanya petambak garam di Bangkalan yang belum terkoordinir dibandingkan kabupaten lain di Madura.

"Potensi garam yang ada di Bangkalan harus dikembangkan supaya petani garam bisa lebih semangat untuk memproduksi," ujarnya, Selasa (2/11/2021).

Ia juga menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Bangkalan melalui dinas kelautan dan perikanan untuk melakukan pemetaan daerah potensial garam. Sehingga, dari data yang ada dapat dilakukan tindak lanjut dan mencari solusi dari kendala produksi selama ini.

"Salah satu faktor minimnya produksi disebabkan adanya kendala, sehingga kami bersama-sama akan mencari solusi untuk petani garam di Bangkalan," tambahnya.

Mengenai minimnya harga eceran tertinggi (HET) garam, ia mengaku terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar dapat lebih baik. Menurutnya, minimnya HET tersebut dipengaruhi oleh tidak masuknya produk garam sebagai bahan pokok dan penting sejak 2015 lalu.

"Untuk penetapan HET, garam harus masuk dalam komoditas bahan pokok. Namun, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting,garam tidak termasuk di dalamnya," terangnya.

Ia juga mengaku, peningkatan harga garam ini harus diiringi dengan kebijakan yang mendukung serta kualitas produk garam yang sesuai standart yang ada, salah satunya yakni berwarna putih dan memiliki kandungan Nacl yang tinggi.

Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron berharap, adanya investor untuk membangun industri garam di Bangkalan. Tak hanya itu, ia juga berharap PT Garam akan mengambil produk garam yang ada di petani garam Bangkalan.

"Kami berharap ada investor garam sehingga industri garam dapat dibangun disini. Hal itu secara otomatis akan memacu produktivitas garam di Bangkalan," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, saat ini Bangkalan memiliki 715 hektare lahan garam yang tersebar di 5 kecamatan. Yakni di Kamal, Kwanyar, Klampis, Sepulu dan Tanjung Bumi.

"Secara lokasi, kami juga unggul karena cukup strategis. Sehingga untuk pendistribusian lebih cepat," imbuhnya.

Penulis      :   Julian

Editor        :   Udiens

Publisher :   Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar