Foto: Rahmad Darmawan
Foto: Rahmad Darmawan
MEMOonline.co.id, Bantul Yogyakarta - Laga yang terjadi di pekan kesepuluh BRI Liga 1 2021 antara Madura United FC vs Arema FC yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul Yogyakarta pada Senin (1/11/2021) malam berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Arema FC.
Di babak pertama, kedua kubu bermain saling menekan. Namun sampai 45 menit babak pertama berakhir, tidak satupun gol yang tercipta.
Dibabak kedua, kedua tim sama-sama bermain lebih agresif sehingga terciptalah tiga gol.
Dua gol berhasil direngkuh Arema FC berkat K. Yudo di menit ke-50 dan menit ke-90 oleh R Febriyanto.
Sedangkan satu-satunya gol Madura United FC tercipta melalui Rafael Silva di menit ke-51.
Atas kekalahan tersebut, pelatih Madura United FC Rahmad Darmawan meski menerima, namun masih mempertanyakan dimana letak pelanggaran timnya (hukuman tendangan bebas -red) sehingga terciptalah gol di menit akhir buat Arema.
"Kita kecolongan di menit terakhir lewat satu tendangan bebas yang saya sendiri, jujur mempertanyakan itu. Foulnya itu dimana ya," ujar Rahmad Darmawan dalam Post Match Press Conferencenya, Senin (1/11/2021) malam.
"Karena kalau kita lihat posisi pemain dan kita lihat rekaman lah seperti apa. Saya rasa itu," tegasnya.
Disisi lain, Rahmad Darmawan mengapresiasi perjuangan keras yang sudah dilakukan para pemainnya.
"Pertama, selamat ya buat Arema yang berhasil menciptakan gol dimenit terakhir," ucap Rahmad.
"Tapi saya juga mengapresiasi perjuangan pemain kami selama 90 menit," tukasnya.
Sebab menurut Rahmad, inilah salah satu penampilan baik yang diperlihatkan oleh para pemainnya.
"Mereka dari menit awal sudah memberikan suatu perlawanan yang keras. Kita juga di babak pertama, praktis banyak sekali peluang-peluang yang kita ciptakan tapi belum juga menjadi gol," terangnya.
Dibabak kedua, Rahmad Darmawan mengakui bahwa memang lebih berimbang kondisinya.
"Sementara kita dipaksa juga harus melakukan beberapa penggantian yang sebenarnya belum akan saya lakukan. Karena pemain cedera," jelas pelatih yang biasa dipanggil Coach RD ini.
Coach RD lalu membeberkan bahwa penggantian pemain (Rafael dan David -red) bukan salah satu taktik ataupun strateginya namun murni karena faktor kebutuhan.
"Saya lakukan karena pemain cedera dan tidak ada opsional lain," ulangnya menjelaskan.
"Rafael minta keluar karena dia cedera. Saya harus melakukan penggantian. Dia tidak bisa bermain," urainya menerangkan.
Sementara untuk David Laly, ungkap Rahmad, kondisi cederanya masih butuh observasi.
"Sampai dengan besok baru kadang-kadang bisa menentukan grade berapa dia cedera karena masih ada pembengkakan sekitar otot dia cedera (otot hamstring)," tuturnya.
"Sementara Rafael Silva juga sama. Kita masih melakukan observasi sampai dengan besok. Saya berharap tidak terlalu parah. Tapi kita lihatlah nanti seperti apa tim medis yang akan melaksanakan tugasnya," pungkasnya mengakhiri.
Penulis : Bambang
Editor : Udiens
Publisher : Isma