Sempat Berseteru Soal Dugaan Selingkuh, Dua Pria Ini Akhirnya Berjabat Tangan

Foto: Mahmudi Hermawan ( bermasker hitam), berjabatan tangan dengan Bahrul.
264
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang- Dua pria diantaranya Mahmudi Hermawan, warga Desa / Kecamatan Senduro dan Muhammad Bahrul Ulum ( Bahrul ), warga Desa Kertosari Kecamatan Pasrujambe akhirnya berjabat tangan.

Keduanya sepakat berdamai setelah sebelumnya, kedua pria yang diketahui masing-masing telah beristri itu, sempat berseteru lantaran sebuah ke salah pahaman.

Perseteruan itu, bermula saat Mahmudi Hermawan, memergoki istrinya sedang bersama Bahrul, di area hotel di Senduro - Lumajang.

Mahmudi yang kala itu terbawa emosi, sontak geram bahkan sempat merekam keduanya dengan camera ponsel miliknya, di area parkiran ketika hendak meninggalkan hotel.

Viral akan hasil rekaman itu, hingga jadi perbincangan pasca terendus awak media. Tak cukup disitu, Mahmudi juga melaporkan apa yang dilihatnya itu ke pihak kepolisian sektor setempat, dengan harapan akan terkupas apa yang ia duga yakni telah terjadi perselingkuhan.

Usut demi usut, setelah petugas melakukan olah TKP berikut meminta keterangan dari para saksi pasca menerima laporan pada pekan kedua bulan Juli kemarin didapat, jika keduanya ( Bahrul dan istri Mahmudi Hermawan - red ), tidak terbukti melakukan hal yang diduga sebelumnya.

Kanit Reskrim Polsek Senduro Aiptu Gatot Subroto mengutarakan, hasil penyelidikan tidak ditemukan bukti jika keduanya chek in. Namun, hanya datang ke hotel itu untuk cek harga dan lokasi kamar, sebagai persiapan acara Club CRV dari Bali ke B-29 setelah PPKM nanti.

"Dalam olah TKP tersebut tidak ditemukan bekas apapun didalam kamar. Kemudian saya juga melakukan, apakah Bahrul ini chek in atau tidak ?, ternyata setelah saya cek di bukunya ternyata tidak chek in," ucap Gatot, Jum'at (30/7/2021), pada awak media.

Diperkuat dari keterangan Bahrul dan istri Mahmudi Hermawan saat dilakukan pemeriksaan terpisah, sebut Gatot hasilnya senada.

"Tidak pernah chek in di dalam hotel, hanya diminta menemani melihat hotel di Senduro," imbuhnya.

Diwaktu yang sama Bahrul menceritakan sebab musabab sehingga dirinya bersama istri Mahmudi, bisa berada di dalam area hotel tersebut.

Bermula saat dirinya hendak mengurus KK ( Kartu Keluarga ) ke Kecamatan, diwaktu yang sama Dian ( istri Mahmudi Hermawan - red ) berniat menumpang dengan tujuan ke sebuah bank di Lumajang keperluan membayar pajak.

Diperjalanan, timbullah obrolan dimana Bahrul bertanya tahukan tentang hotel di Senduro, akan maksudnya menjamu tamunya dari Bali.

"Sesampainya di bank, karena ramai, terus menuju hotel untuk bertanya - tanya tentang harga dan lokasi kamar. Setelah bertanya pada resepsionis, saya diantar melihat kamar, saya menuju mobil dan mbak Dian bilang senada mengajak kembali ke bank," tuturnya.

Siapa sangka, saat hendak memutar kendaraan, keduanya didatangi Mahmudi. Akhirnya pun timbullah keributan tak ubahnya sebuah penggerebekan.

"Akhirnya terjadi keributan dan di video itu sampai viral, terus saya sempat dilaporkan ke polsek," imbuh Bahrul.

Setelah kedua belah pihak dipertemukan, akhirnya mereka ( Bahrul dan Mahmudi ) sepakat menyelesaikan dengan ranah kekeluargaan, seiring hasil cek yang dilakukan, sama dengan apa disimpulkan oleh pihak kepolisian.

"Saya meminta maaf pada keluarga Mahmudi. Pada masyarakat Lumajang khususnya pada semua warga Kertosari, saya selaku perangkat desa meminta maaf. Semua ini karena kesalahpahaman," pungkas Bahrul.

Senada, diucap oleh Mahmudi Hermawan, ia mengakui jika peristiwa itu hanyalah kesalahpahaman. Namun, ia menegaskan jika kesalahpahaman dirinya itu cukup berdasar.

"Siapa orangnya yang tidak marah dan tidak merasa tersinggung, soalnya pas di kejadian itu saya tau sendiri, melihat sendiri, bahwa istri saya bersama sodara Bahrul Ulum di dalam lokasi hotel. Cuma Alhamdulillah, semua sudah clear dan selesai, dimediasi oleh polsek Senduro dan ini sudah selesai dengan cara kekeluargaan. Dan mohon maaf apabila ini menimbulkan ketidaknyamanan pada pihak yang merasa saya rugikan, ini tidak ada maksud apa - apa, bagaimanapun keluarga perlu saya pertahanan dan wajib saya junjung tinggi," tutup Mahmudi lalu berjabat tangan.

Penulis: Hermanto

Editor: Udiens

Publisher: Lina

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sebanyak 1753 buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Laga Madura United FC versus PSIS Semarang yang akan digelar di Stadion Wibawa Mukti Bekasi...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Puluhan pemilik kapal yang tergabung dalam HNPP (Himpunan Nelayan dan Pengusaha Perikanan ) Samodra...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Tawuran sekelompok pemuda tersebut terjadi di Bundaran Gladak Serang Kecamatan Kanigaran Kota...

Komentar