IPW Apresiasi Sikap Tegas Kapolri Terhadap KKB

Foto: Ilustrasi gambar KKB
244
ad

MEMOonline.co.id, Jakarta - Situasi Papua saat ini kian panas. Tiga anggota TNI yang luka luka dalam baku tembak dengan KKB di Distrik Ilaga Utara belum bisa dievakuasi karena helikopter yang hendak mengevakuasi ditembaki KKB yang menguasai kawasan tersebut.

"Informasi yang diperoleh Indonesia Police Watch (IPW), heli Karakal dari Bandara Ilaga menuju TKP di Kamp Lumawi untuk mengevakuasi tiga anggota TNI yang luka ke Bandara Timika gagal mendarat," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui siaran persnya kepada MEMOonline.co.id, Kamis (29/4/2021) siang.

"Sebab heli Karakal terus menerus ditembaki oleh kelompok KKB. Untuk itu heli masih standby di Bandara Aminggaru Ilaga sambil mencari celah agar bisa melakukan evakuasi terhadap ketiga korban," terangnya.

"Aksi tembak menembak antara TNI dan KKB terjadi Selasa 27 April 2021 pukul 08.00 WIT, di sekitar Markas Lumawi, Kamp Makki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak," tukas Neta.

"Kontak tembak itu antara Tim Satgas Ops Nemangkawi Polri & TNI dengan kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen," jelasnya.

Dalam kontak tembak itu, lanjut Neta, tiga anggota Tim Satgas Belukar terkena tembakan dan lima anggota KKB juga terkena tembakan.

"Ketiga anggota TNI yang luka tembak adalah Ipda. Anton Tonapa (Dantim Bravo 9 Belukar), yang terkena pada bagian bahu. Lalu Bripda Wily terkena paha atas, dan satu lagi belum diketahui identitasnya," ungkap Neta.

Hingga saat ini, tambah Neta, masih dilakukan upaya evakuasi. Jika heli Karakal tidak bisa tembus masuk ke Markas Lumawi karena ditembaki KKB, rencananya akan dilakukan evakuasi melalui jalan darat, dengan menggunakan kendaraan roda empat.

"Jika ini dilakukan, IPW khawatir kontak tembak akan terjadi lagi. Untuk itu aparatur TNI Polri harus mengantisipasinya secara cermat agar tidak ada lagi aparatur TNI yang tertembak," ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Neta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan personel Satgas Operasi Nemangkawi untuk terus memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

"IPW memberi apresiasi pada sikap tegas Kapolri ini. Sebab kekerasan yang dilakukan KKB telah menimbulkan korban jiwa tidak hanya dari kalangan masyarakat tetapi juga prajurit Polri maupun TNI," ungkap Neta.

"Bagaimana pun negara tidak boleh kalah dengan KKB," tegas Neta.

Untuk itu IPW berharap personil Satgas Nemangkawi agar tidak gentar melakukan pengejaran terhadap KKB, meski IPW meragukan sikap profesionalnya, mengingat Papua memiliki dua Medan yang berbeda, yakni gunung dan hutan belantara, yang untuk menghadapinya perlu mental yang kuat dan strategi yang jitu.

"Jika tidak personil TNI Polri akan menjadi bulan-bulanan KKB," pungkasnya.

Penulis: Bambang

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep – Setidaknya, tiga dari 284 orang Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) di Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Thoriqul Haq, Bupati Lumajang kembali menerima penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sebuah pohon di tepi jalan arah Senduro masuk Desa Banjarwaru Kecamatan Kota Kabupaten Lumajang Jawa Timur roboh, Selasa...

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Tingginya angka kasus Covid-19 di Bangkalan saat ini membuat prihatin banyak pihak. Tak hanya...

MEMOonline.co.id, Sampang - Fathorrohman, warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diamankan Tim Dhemit...

Komentar