Foto: LAMI saat makan sahur bareng FPHI
Foto: LAMI saat makan sahur bareng FPHI
MEMOonline.co.id, Bekasi - Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mendukung Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN yang bergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi yang sudah melakukan Long March ke Istana Presiden untuk mengadukan nasib mereka sebagai Guru honorer kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Koordinator LAMI, Suganda menyampaikan bahwa Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN yang bergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi itu sudah melakukan Long March ke Istana Presiden dimulai hari Senin (26/4/2021) dari Kantor Bupati Bekasi.
"Itu sebagai wujud penyampaian kekecewaan atas nasib mereka yang sampai saat ini belum terselesaikan dengan Bupati Cq. Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi," terang Suganda saat memberikan support dan logistik berupa makanan untuk sahur bersama kepada para GTK di tempat peristirahatan (Kota Bekasi -red) sebelum melanjutkan perjalanan menuju Istana Presiden, Selasa (27/3/2021) dini hari.
"Karena merasa telah didzolimi dan dibohongi oleh Pejabat Dinas Pendidikan beserta Bupati Bekasi terkait UMK dan SK-nya, akhirnya mereka mencari bentuk keadilan lain karena nasib mereka tidak ada kepastian," jelas Suganda.
"Saya sebagai Koordinator Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mensport dan mendukung para Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN yang bergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi untuk melakukan Long March ke Istana Presiden dalam mencari keadilan atas nasib mereka. Semoga apa yang diharapkan dapat membuahkan hasil," tegas Suganda.
"Semoga dengan bisa bertemu Presiden Joko Widodo, para GTK non ASN yang bergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi segera terpenuhi hak-haknya," pungkas Suganda.
Sementara itu, Ketua GTK non ASN yang bergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi, Andi Heryana menyampaikan rasa terimakasihnya atas dukungan dan support dari LAMI tersebut.
"Kami berterima kasih banyak kepada LAMI yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun materiil. Dengan sokongan logistik untuk makan saur bersama, LAMI telah memulihkan semangat dan tenaga serta pikiran kami saat kami long march menuju Istana Presiden," tutur Andi.
Sedangkan Sardi sebagai Ketua Paguyuban Wartawan Bekasi mengatakan bahwa atas nama rekan - rekan turut merasa prihatin dan mendukung sepenuhnya atas apa yang telah di lakukan oleh para GTK non ASN itu.
"Semoga di Istana Presiden, para guru honorer dapat bertemu dengan Presiden Joko Widodo sehingga dapat menyampaikan keluhan tentang nasibnya serta membuahkan hasil sesuai yang diharapkan," harap Sardi.
Penulis: Bambang
Editor: Udiens
Publisher: Dafa