Foto: Salah satu kendaraan yang dimaksud saat menurunkan muatan beras
Foto: Salah satu kendaraan yang dimaksud saat menurunkan muatan beras
MEMOonline.co.id, Lumajang - Terpantau dua kendaraan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang Nopol B 9013 PSD dan N 8328 YP, mengangkut beras dari kantor LBK (Loka Bina Karya) Kelurahan Rogotrunan Kecamatan / Kabupaten Lumajang, menuju ke rumah seseorang di Dusun Krajan I Desa Padomasan, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Kamis (17/12/2020).
Kadinsos Lumajang Dewi Susiyanti, saat dikonfirmasi media ini, mengakui akan hal tersebut. Kata dia, beras tersebut berasal dari bantuan Provinsi, diakhir 2019 lalu.
Karena dianggap sudah tidak layak, sehingga beras tersebut dibawa untuk di selep sebelum dibagikan pada masyarakat.
Dihari sebelumnya, Dewi juga mengakui jika pihaknya menerima surat permintaan bantuan, bagi korban banjir di Persil Banter Desa Rowokangkung Lumajang, ditanda tangani kades setempat tertanggal, (14/12) kemarin.
"Kami berfikir, ada beras segitu banyak, ada 300san sak, permintaan dari Rowokangkung ini ada 190 KK. Akhirnya itu kami kirimkan ke Padomasan, ke rumahnya staf kami, untuk diselep," kata Dewi.
Masih kata Dewi, yang dari Bulog saja, kaitannya dengan Covid pihaknya menerima bantuan, itu oleh Bupati Lumajang disuruh untuk terlebih dulu diselep, lalu diberikan pada warga.
"Sudah diperintahkan Bapak Bupati kalau beras tidak layak diberikan pada masyarakat harus diselep dulu," imbuhnya.
Menurut Dewi, biaya selep di Jember lebih murah dibanding dengan Lumajang. Bahkan, disalah satu tempat selep di Lumajang terang Dewi, karena pabrik, selain mahal dan menggunakan mesin besar, kerap berdampak berasnya hilang atau hancur.
Istilah dipoles, diuatarakan oleh Kadinsos Lumajang, pada beras bantuan yang dianggap tidak layak sebelum disalurkan.
"Nanti kalau sudah dipoles, ya tak bagikan pada masyarakat yang butuh ini mas," tukasnya.
Selebihnya, Kadinsos Lumajang menegaskan langkah tersebut diambil pihaknya bertujuan, agar beras yang dibagikan lebih pantas.
"Jangan sampai pas diberikan tiba - tiba kutunya keluar semua. Agar lebih bersih itu maksud saya," ujarnya.
Ditanya lebih jauh soal alokasi bantuan dari Provinsi Jatim, dijawab oleh Dewi jika pihaknya menerima bantuan untuk kemudian disalurkan pada masyarakat, itu tiap ada bencana. Termasuk, di awal 2020 lalu, pihaknya juga menerimanya dan dihimpun.
Untuk diketahui, Kantor LBK dipergunakan sebagai gudang sebab, gudang penempatan kata Dewi sudah tidak muat. Menghindari rusak karena hama, sehingga beras diamankan disana. Sementara untuk terpal dan bantuan - bantuan yang kemarin dari Provinsi atau Pusat, ditaruh tidak keseluruhan / sebagian.(Hermanto/red)