Foto: RSUD Moh Anwar Sumenep Jalan Dr Cipto
Foto: RSUD Moh Anwar Sumenep Jalan Dr Cipto
MEMOonline.co.id, Sumenep - Sejak kelahirannya pada Jum'at 13 November 2020 lalu di RSUD Moh Anwar Sumenep. Kasus dugaan bayi tertukar masih belum menemui titik terang.
Ironisnya, meski usai di panggil komisi IV DPRD Sumenep, pihak RSUD enggan mengakui jika ada bayi yang tertukar.
Alasannya, setiap bayi yang baru lahir sudah diberikan nomor urut.
Namun, dugaan bayi bisa tertukar menjadi semakin kuat tak kala pihak RSUD lambat laun mengakui jumlah total bayi yang ada di rumah sakit itu.
Dimana, sebelumnya pihak RSUD tidak pernah menyebutkan berapa total jumlah ibu melahirkan di pekan itu dan berapa jumlah bayi yang dirawat.
Humas RSUD Moh Anwar Sumenep Arman pelan-pelan mengakui, per-tanggal 17 November, jumlah ibu melahirkan ada 29 orang, begitu juga dengan jumlah bayi.
Kata dia, ketika ibu Norma Ningsih (25) warga Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang itu melahirkan bayinya pada Jum'at pekan lalu. Sehari sebelumnya dan sehari setelahnya juga ada ibu melahirkan.
"Terhitung sejak Selasa kemarin, jumlah bayi diruangan itu ada 29," sebutnya. Kamis (19/11/20).
Arman menjelaskan, pihaknya tidak ingin polemik kasus bayi tertukar itu terus disoal. Sebab, citra dan nama baik RSUD dipertaruhkan.
"Yang jelas kasus ini sudah kami limpahkan ke kepolisian, kita tunggu saja dari kepolisian," tukasnya. (Zai/red)