Presidium Nasional Jangkar Jokowi Apresiasi Keputusan Megawati Capreskan Kembali Jokowi

Foto: I Ketut Guna Artha, Ketua Presidium Nasional Jangkar Jokowi.
1460
ad

MEMOonline.co.id, Jakarta - Presidium Nasional Jangkar Jokowi sebagai salahsatu relawan yang telah terlibat dalam pilpres 2014 menyambut gembira keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk memberikan mandat kembali kepada Joko Widodo sebagai Capres 2019.

"Keputusan ini saya pikir telah mengakhiri isu dan spekulasi yang dihembuskan pihak tertentu bahwa pak Jokowi tidak didukung kembali oleh PDI Perjuangan, kata I Ketut Guna Artha, Ketua Presidium Nasional Jangkar Jokowi.

Keputusan Megawati tersebut ternyata sama dengan keyakinannya, bahwa sebagai salah satu kader terbaik saat ini, pak Jokowi tidak mungkin tidak dicalonkan kembali seperti halnya pak Ganjar untuk maju dalam pilgub Jawa Tengah.

Bahkan pihaknya sempat menganalogikan antara figur dan partai itu ibarat pilot dan pesawat tempur.

“Secanggih apapun pesawat tempur bila pilotnya tidak memiliki kwalifikasi maka tidak akan mampu bermanuver, melewati turbulensi bahkan untuk menyerang target dan sebaliknya menghindar dari serangan lawan. Dan pak Jokowi telah melewati turbulensi selama 3 tahun ini," paparnya.

Sehingga dengan keputusan Ibu Megawati mencalonkan kembali Bapak Jokowi, setidaknya konsolidasi tim pemenangan memungkinkan bekerja lebih awal termasuk menyiapkan opsi Cawapres potensial yang mendampingi pak Jokowi.

Disamping itu, tim pemenangan dapat mempertimbangkan integritas, kapasitas dan kecocokan hasil "kompromi" partai pengusung, tentu yang tidak kalah penting adalah regenerasi dan kontinuitas.

Karena bagaimanapun kekuasaan itu dibatasi oleh konstitusi yang memungkinkan pak Jokowi hanya bisa satu periode lagi, maka posisi Cawapres menjadi strategis.

“Dan saya yakin Ibu Megawati punya pengalaman politik yang panjang telah memikirkan untuk melahirkan Jokowi-Jokowi baru yang mampu mengimplementasikan pemikiran dan cita-cita Trisakti Sukarno menuju Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya," kata I Ketut Guna Artha lebih jauh.

Oleh sebab itu, pihaknya nantinya dengan berhasilnya reformasi birokrasi, reformasi pajak, regulasi/deregulasi perijinan, konektifitas infrastruktur berbagai moda transportasi, peningkatan layanan kesehatan, akses pendidikan yang luas, APBN yang Indonesia sentris serta pengelolaan tambang mineral dan gas secara bijak akan meningkatkan produktifitas dan daya saing bangsa Indonesia yang bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Dan jika pak Jokowi diberi amanah kembali memimpin Indonesia periode kedua, pusat pemerintahan baru kota Palangkaraya bisa terwujud menyambut 100 tahun Indonesia merdeka.

“Dengan demikian pusat pemerintahan yang secara geografis akan lebih dekat dijangkau dari seluruh wilayah Indonesia. Sehingga tidak ada lagi kelak perairan perbatasan laut Indonesia dijadikan jalur penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, serta tidak ada lagi kasus gizi buruk di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Semoga," pungkasnya. (HND)

 

 

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

Komentar