Kunjungi Rumah Korban Banjir di Jombang, Gus Ipul Gelar Tahlil Bersama Warga

Foto: Gus Ipul Tahlil Bersama warga
1395
ad

MEMOonline.co.id, Jombang - Calon Gubernur Jawa Timur 2018, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengunjungi korban hilang akibat terseret arus sungai di Dusun Kagulan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. 

Korban hilang yang dikunjungi Gus Ipul bernama Niko Arfani Ferdiyansyah (17 tahun) putra pasangan Saiful Ahsin dan Khusnul Khotimah. 

Niko hanyut terbawa arus sungai Catak Banteng di desa setempat pada Kamis 22 Februari 2018 kemarin.

"Saya turut prihatin atas musibah yang sedang menimpa keluarga Pak Saiful dan Bu Khusnul. Semoga ada keajaiban dan adik Niko bisa ditemukan dengan selamat, " kata Gus Ipul, saat bertemu keluarga korban, Jumat 23 Februari 2018.

Menurut calon gubernur yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno ini, kedatangannya kali ini untuk memberikan dukungan moril, agar keluarga tetap sabar dan diberikan kekuatan lahir dan batin atas musibah  kali ini.

Sementara itu, sambutan hangat diberikan keluarga dan warga sekitar ketika keponakan Gus Dur ini mengunjungi rumah duka. 

Kunjungan dadakan ini juga menjadikan warga antusias ikut mendatangi rumah korban.

Usai menyampaikan bela sungkawa, Mantan Ketua GP Ansor dua periode ini lantas mengajak warga sekitar doa bersama membacakan tahlil agar korban yang hanyut terseret banjir sungai desa tersebut segera ditemukan.

Sementara itu, Kepala Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Mojokerto Siti Mahmudah menceritakan, saat sungai Catak Banteng arusnya kencang,  ada empat anak yang sedang bermain di sungai tersebut. Mereka dengan sengaja melompat dari sungai dan bermain air. 

"Musibah terjadi sekita pukul 09.00 WIB. Saat bermain air itulah, tanggul sungai di Desa Gambiran jebol hingga mengakitbkan air semakin deras. Dari empat anak itu, tiga berhasil diselamatkan dan satu hilang," kata dia.

Sebelum mengunjungi korbam banjir yang hilang, Gus Ipul juga melihat posko banjir di Desa Gambiran. Total ada 2.046 warga terdampak. 

Sebanyak 1.040 orang diantaranya mengungsi setelah banjir menggenangi rumahnya.

Di posko banjir, Gus Ipul melihat kesiapan penanganan banjir dan dapur umum, serta membantu memasak sambil mencicipi makanan yang disuguhkan kepada pengungsi. 

"Wah rasanya enak sekali," ujarnya.

Menurut dia, Ada beberapa faktor yang membuat desa Gambiran, Mojoagung ini kebanjiran. 

"Saya tadi dapat laporan ada tanggul yang rusak. Padahal curah hujan sedang tinggi," ujarnya.

Karenannya perbaikan infrastruktur pengairan memang harus menjadi prioritas. 

Di tengah curah hujan yang tinggi, jika infrastruktur pengaraian siap, maka banjir sebenarnya tidak akan terjadi. 

Kalaupun sungai tidak mampu, maka hanya akan terjadi genangan sebentar dan air akan kembali masuk ke dalam sungai.

Jombang, kata Gus Ipul, sebenarnya bukan menjadi salah satu daerah rawan banjir. Namun dengan curah hujan tinggi seperti yang belakangan terjadi maka banjir bisa terjadi di manapun.

"Ada beberapa daerah langganan banjir seperti Sampang, Pasuruan dan Bojonegoro. Ini yang menjadi PR serius yang kelak akan saya prioritaskan penanganannya," pungkasnya. (Gusti)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

Komentar